Waspadai BAHAYA ABLASIO RETINA

Ablasio retina adalah suatu robekan retina yang dapat mengakibatkan pengumpulan cairan retina antara lapisan basilus (sel batang) dan komus (sel kerucut) dengan sel-sel epitelium pigmen retina. Ablasio retina dapat terjadi karena lapisan luar retina (sel epitel pigmen) dan lapisan dalam (pars optika) terletak dalam posisi tanpa membentuk perlekatan kecuali di sekitar diskus optikus dan pada tepinya yang bergelombang yang disebut ora serata. Penyakit ini dapat terjadi secara spontan atau sekunder setelah trauma. Biasanya pasien merasakan seperti melihat pijaran api, penglihatan menurun secara bertahap sesuai dengan daerah yang terkena.

Ablasio Retina terjadi apabila retina terlepas dari tempat pelekatnya. Kejadian ini serupa dengan kejadian apabila wallpaper terkelupas dari dinding. Hal ini akan diawali dengan robeknya retina yang kemudian akan disusul dengan menyusupnya cairan pada robekan tersebut. Cairan itu akan terus menyusup diantara retina dan dinding bola mata yang kemudian akan berakibat pada terlepasnya retina. Terlepasnya retina ini memberikan efek yang sangat buruk, mata kita dapat kehilangan penglihatan kita dalam artian dapat menyebabkan kebutaan permanen. Oleh karena itu diperlukan Asuhan Keperawatan dan biaya operasi penyakit Ablasio Retina.

 

http://www.annisa-collection.com/category/ethica-fashion/

Sponsor By ANNISA COLLECTION

 

Ciri Ciri Penyakit Ablasio Retina

Berikut Beberapa Gejala Dan Ciri-Ciri Penderita Penyakit Ablasio Retina ( Saraf Mata Lepas )

  • Gatal
  • Bengkak
  • Mata Merah
  • Terdapat kilat cahaya pada mata ketika melihat
  • Penglihatn menjadi agak kabur
  • Melihat ?floaters? (bintik-bintik kecil atau benang)
  • Melihat bayangan atau seperti ada tirai turun dari atas mata atau disebrang samping mata ( jika pasien mengalami suatu bayangan atau tirai yang mempengaruhi bagian apa saja dari penglihatan ini dapat mengindikasikanbahwa suatu robekan retina telah berlanjut pada suatau pelepasan retina)

 

Gejala Penyakit Ablasio Retina

Gejala yang sering dikeluhkan penderita adalah :

  • Floaters (terlihatnya benda melayang-layang). yang terjadi karena adanya kekeruhan di vitreus oleh adanya darah, pigmen retina yang lepas atau degenerasi vitreus itu sendiri.
    Photopsia/Light flashes (kilatan cahaya atau mungkin tepatnya kedipan cahaya, karena bisa saja kedipan itu sangat lembut, bahkan lebih lembut daripada kedipan bintang) yang mudah terlihat dalam keadaan remang/gelap dan umumnya terjadi sewaktu mata digerakkan ke arah tertentu saja.
  • Penurunan tajam penglihatan. Penderita mengeluh penglihatannya sebagian seperti tertutup tirai yang semakin lama semakin luas. Pada keadaan yang telah lanjut, dapat terjadi penurunan tajam penglihatan yang berat.
    Ada semacam tirai tipis berbentuk parabola yang naik perlahan-lahan dari mulai bagian bawah bola mata dan akhirnya menutup pandangan.

Kondisi mata yang memungkinkan atau memiliki potensi masalah mata yang serius ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya akibat pemakaian kacamata minus tinggi dan juga dapat diakibatkan oleh pukulan yang keras.

Selain itu walaupun jarang terjadi, Ablasio Retina dapat menjadi penyakit turunan. Ablasio Retina sendiri tidak memandang usia penderitanya, tua, muda, maupun yang masih bayi dan balita pun dapat terkena Ablasio Retina.

Penyakit ini juga tidak memandang jenis kelamin misalnya potensi laki-laki lebih banyak terancam penyakit ini dibanding perempuan pun sebaliknya. Oleh karena itu, jika terdapat gegala Ablasio Retina harus segera mendapat tindakan, karena jika tidak dapat mengakibatkan efek kebutaan permanen.

 

Jenis Ablasio Retina

Ablasio Retina dibagi menjadi 3 jenis berdasarkan proses terjadinya, yaitu:

  1. Ablasio Retina Regmatogen, disebabkan oleh adanya lubang atau robekan pada retina
  2. Ablasio Retina Traksional, disebabkan oleh tarikan atau dorongan terhadap retina.
  3. Ablasio Retina Eksudatif, lebih dipengaruhi oleh komplikasi penyakit lain seperti tumor, peradangan dan hipertensi.

Nah, untuk gejala-gejala Ablasio Retina sendiri, fase pertama biasanya penderita akan mulai melihat kilatan-kilatan bintik hitam mengapung dan cahaya. Namun pada beberapa kasus terdapat pula penderita lepasnya retina tidak didahului oleh terlihatnya bintik-bintik hitam (floaters) ataupun kilatan nyata. Dalam hal ini penderita mungkin menyadari penglihatannya seolah-olah ke pinggir. Fase selanjutnya pada perkembangan terlepasnya retina, penderita akan merasa penglihatannya semakin kabur terutama penglihatan sentral dan menimbulkan kemunduran penglihatan. Penglihatan seperti terdapat lapisan hitam yang menutupi sebagian atau seluruh pandangan seperti terhalang tirai atau bergelombang.

Jika kita mulai merasakan gejala-gejala yang dipaparkan di atas, maka sebaiknya kita harus segera memeriksakan diri ke dokter spesialis mata untuk segera mendapat tindakan. Dokter akan memeriksa dengan teliti retina dan bagian dalam dengan alat yang disebut oftalmoskop. Dengan cahaya yang terang dan pembesaran dari alat tersebut, dokter dapat menentukan lokasi daerah retina yang robek atau daerah yang lemah dan perlu segera diperbaiki dalam pengobatan. Alat-alat diagnostik khusus lainnya yang mungkin perlu digunakan adalah lensa-lensa khusus, mikroskop, dan pemeriksaan ultrasonografi (USG). Sedangkan untuk terapi bila retina robek namun belum sampai terlepas, maka dapat dilakukan pencegahan supaya retina mata tidak sampai terlepas dengan segera melakukan tindakan pencegahan.

Adapun asuhan keperawatan dan biaya operasi penyakit Ablasio Retina terdiri dari beberapa tahap yaitu, tahap pengkajian, diagnosis keperawatan dan intervensi keperawatan. Pengkajian merupakan tahap dimana mulai dicari data subyektif dan data obyektif dari tanda-tanda yang terlihat pada pasien. Lalu tahap diagnosis keperawatan adalah tahap dimana pasien sudah dapat didiagnosis. Intervensi keperawatan adalah fase dimana sudah ada tindakan biasanya berupa operasi.

 

Proses Operasi Ablasio Retina?

Berbagai teknik anestesi mungkin digunakan dalam proses ini. Operasi biasanya memakan waktu 90 menit hingga dua jam. Dokter bedah dapat memperbaiki robekan atau lubang di retina dengan menggunakan laser maupun teknik pembekuan. Khusus melalui operasi, ablasio retina dapat ditangani dengan prosedur pengangkatan gel di bagian tengah mata dan menggantikannya dengan gelembung udara, gas atau minyak silikon. Selain itu, dokter permukaan mata Anda.

 

Perawatan Setelah pasca Operasi Ablasio Retina

Setelah melalui prosedur operasi, Anda diperbolehkan pulang pada hari berikutnya.Hindari kegiatan berenang atau mengangkat sesuatu yang berat sebelum berkonsultasi dengan dokter bedah Anda.Olahraga teratur terbukti meningkatkan kesehatan untuk jangka panjang. Namun sebelum Anda memutuskan untuk berolahraga, mintalah saran dokter. Kacamata baru mungkin akan disarankan untuk meningkatkan ketajaman penglihatan Anda. Dokter selanjutnya akan mengatur tes mata sekitar satu bulan setelah operasi.Dibutuhkan beberapa waktu untuk memulihkan penglihatan Anda.

 

Komplikasi operasi ablasio retina

Setiap prosedur operasi pasti memiliki risiko tersendiri, termasuk operasi ablasio retina. Dokter bedah akan menjelaskan segala macam risiko yang mungkin terjadi pasca operasi. Komplikasi umum yang dapat terjadi usai operasi adalah efek pasca pemberian anestesiperdarahan yang berlebihan, maupun penggumpalan darah di dalam pembuluh darah vena dalam (deep vein thrombosis atau DVT).

Untuk operasi ablasio retina, komplikasi yang dapat terjadi adalah:
1. perdarahan hebat di dalam mata
2. peningkatan tekanan di mata
3. retina dapat lepas/robek kembali
4. penglihatan terbatas
5. penglihatan berbayang
6. peradangan pada mata sebelahnya

Anda dapat mengurangi risiko komplikasi operasi ablasio retina dengan mengikuti saran-saran dokter sebelum operasi, seperti puasa dan berhenti mengonsumsi obat-obatan tertentu . (SUMBER :  apa-aja99.blogspot.co.id)

Post Update :
Date : Friday, October 23, 2020 - Jumat, 23 Oktober 2020