Mata Miopi dan Hipermetropi

Mata rabun merupakan salah satu gangguan mata yang membuat penglihatan menjadi tidak jelas (buram). Gangguan ini dibedakan menjadi dua tipe, yakni rabun jauh dan rabun dekat. Keduanya memiliki permasalahan yang berbeda. Penderita rabun jauh akan kesulitan mengenali orang dan membaca huruf kecil dari jarak jauh. Sebaliknya, penderita rabun dekat mengalami penglihatan yang tidak jelas ketika berdekatan dengan orang atua objek dari jarak yang dekat.

Perbedaan Mata Miopi dan Hipermetropi

Miopi atau rabun jauh adalah sebuah kerusakan refraktif mata di mana citra yang dihasilkan berada di depan retina ketika akomodasi dalam keadaan santai. Penderita penyakit ini tidak dapat melihat jarak jauh dan dapat ditolong dengan menggunakan kacamata negatif (cekung). Lensa cekung ini akan menempatkan bayangan tepat pada retina.

Gejala Miopi

Buram atau kabur saat melihat objek jauh merupakan gejala utama dari miopi. Apabila saat anda melihat objek jauh dan anda meyipitkan mata untuk dapat melihat dengan jelas , makan mungkin saja saat itu anda telah terkena miopi. sakit kepala juga merupakan gejala umum, karena mata bekerja ekstra untuk fokus pada objek yang jauh.

Penyebab Miopi

  • Faktor Genetik
  • Ketegangan pada otot mata
  • Stres

 

http://www.annisa-collection.com/category/ethica-fashion/

Sponsor By ANNISA COLLECTION

HIPERMETROPI

Hipermetropi atau rabun dekat adalah keadaan fisik lensa mata yang terlalu pipih atau tidak dapat mencembung dengan optimal. Titik api lensa berada di belakang retina sehingga mata tidak dapat melihat benda-benda yang dekat. Penderita hipermetropi dapat dibantu menggunakan kacamata berlensa cembung. Dengan lensa cembung, sinar yang jatuh di belakang retina akan dikembalikan tepat pada retina.

 

Gejala Hipermetropi

Pada orang dewasa, masalah rabun mata akan terjadi seiring bertambanya usia. Orang dewasa yang mengalami gangguan hipermetropi akan memiliki beberapa gejala diantaranya ia akan rabun ketika melihat benda yang dekat, tetapi ia bisa melihat secara jelas terhadap benda benda yang jauh. Selain itu orang yang mengalami hipermetropi akan melihat secara jelas dengan menyipitkan mata. Penderita juga akan mengalami kelelahan pada mata setelah melihat dan fokus terhadap benda yang dilihatnya seperti membaca dan memandangi layar komputer.

Penyebab Hipermetropi biasanya terjadi karena faktor genetik ( keturunan ). Rabun dekat merupakan gangguan pada mata yang dapat terjadi pada semua usia tetapi cenderung menjadi lebih terlihat di atas usia 40 tahun . Meski hal ini jarang terjadi, hipermetropi juga dapat disebabkan oleh kondisi lain seperti diabetes , Mikroftalamia , kanker sekitar mata dan masalah dengan pembuluh darah di retina.

Hal-hal yang dapat kita lakukan agar mata tetap sehat, di antaranya sebagai berikut :

  1. Mengatur jarak baca (minimal 30 cm);
  2. Menonton televisi jangan terlalu dekat;
  3. Membaca di ruangan yang terang karena jika kita membaca di tempat yang kurang terang, pupil mata akan melebar dengan kuat sehingga lama kelamaan akan menimbulkan kelelahan pada mata;
  4. Mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin A seperti wortel
Post Update :
Date : Wednesday, October 28, 2020 - Rabu, 28 Oktober 2020