Toksoplasmosis – Gejala, Penyebab & Pengobatannya

Toksoplasmosis adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh Toksoplasma sp. Toksoplasmosis memengaruhi saluran pencernaan (termasuk mulut, kerongkongan, lambung, usus dan anus), jantung, saraf, dan kulit. Infeksi Toksoplasma paling berbahaya apabila terkena pada ibu hamil dan orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah seperti yang sedang melakukan kemoterapi, atau menderita HIV/AIDS.

Anak-anak di bawah 5 tahun akan memerlukan penanganan segera untuk mencegah komplikasi pada bagian mata. Komplikasi lain termasuk peradangan (edema) pada otak, jantung, dan kerusakan paru-paru. Apabila ibu hamil terinfeksi pada tahap awal kehamilan, terdapat kemungkinan untuk keguguran, lahir mati, atau melahirkan bayi yang cacat.

Gejala toksoplasmosis, penyebab toksoplasmosis, dan obat toksoplasmosis, akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Seberapa umumkah toksoplasmosis?

Toxoplasma gondii adalah salah satu parasit yang paling terkenal di dunia. Infeksi toksoplasma dapat terjadi sejak awal kelahiran seseorang (penyakit bawaan). Jutaan orang telah terinfeksi toksoplasma, namun hanya sedikit yang menunjukkan gejala arena orang yang sehat seringkali memiliki sistem imun yang cukup kuat untuk mengontrol parasit penyebab penyakit.

Apa saja tanda-tanda dan gejala toksoplasmosis?

Kebanyakan orang yang sehat tidak menunjukkan gejala tertentu. Namun ciri yang marak timbul adalah gejala yang mirip seperti flu, termasuk demam, kelelahan, nyeri otot, sakit kepala, dan kelenjar getah bening membengkak.

Jika Anda memiliki HIV/AIDS, sedang menjalani kemoterapi, atau baru menjalani transplantasi sebelum terpapar parasit taksoplasma, terdapat kemungkinan mengalami reaktivasi parasit. Dalam hal ini, gejala dan tanda-tandanya akan menunjukkan gejala infeksi yang serius, termasuk:

  • Sakit kepala
  • Kebingungan
  • Koordinasi motorik yang buruk
  • Gerakan tak terduga pada kaki/tangan
  • Masalah kerja pada paru-paru dan infeksi umum pada pasien dengan AIDS
  • Penglihatan kabur karena infeksi retina yang berat

Beberapa infeksi pada tahap awal kehamilan juga akan menyebabkan keguguran atau kematian janin. Anak yang bertahan hidup pada akhirnya akan memiliki berbagai masalah yang serius seperti:

  • Kejang
  • Pembesaran limpa pada hati
  • Mata dan kulit kuning
  • Infeksi mata yang parah
  • Berkurangnya kualitas pendengaran
  • Gangguan psikotik

Selain itu, masih terdapat juga beberapa ciri dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda memiliki keluhan yang sama, tolong konsultasikan kepada dokter Anda.

 

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami penyakit yang seperti flu, namun dapat menyebabkan komplikasi serius, khususnya apabila penyakit tersebut merupakan penyakit bawaan. Anda harus menghubungi dokter apabila menemukan tanda-tanda di bawah ini:

  • Gejala tidak berkurang atau membaik setelah pengobatan
  • Mengalami kebingungan, kehilangan koordinasi motorik, dengan penurunan ketajaman penglihatan

Apa penyebab toksoplasmosis?

Penyebabnya adalah parasit mikroskopis yang disebut Toxoplasma gondii. Penyakit ini dapat ditularkan saat kita memakan daging dari hewan yang terinfeksi yang belum dimasak (terutama domba dan babi) atau melalui kontak dengan toilet pasir kucing atau kotoran kucing jika kucing terinfeksi. Pasien yang makan buah atau sayuran yang terkontaminasi, terkontak dengan setiap patogen, masakan kurang matang atau belum dicuci memungkinkan terkena penyakit. Wanita hamil dapat menurunkan parasit melalui aliran darah bayi.

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk toksoplasmosis?

Beberapa faktor pemicu di bawah ini dapat memengaruhi kemungkinan Anda terkena Toksoplasma, yakni:

  • Anda mengidap HIV/AIDS
  • Anda melakukan kemoterapi. Kemoterapi melemahkan sistem imun sehingga rtubuh entan terhadap infeksi
  • Anda menggunakan steroid atau obat-obat immunosuppressive (melemahkan sistem imun): perawatan kanker melemahkan sisem imun
  • Memiliki ibu yang terinfeksi toksoplasma saat mengandung Anda

 

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk toksoplasmosis?

Kebanyakan pasien tidak membutuhkan perawatan. Sisanya mungkin memerlukan obat resep seperti antibiotik atau antibiotik parasit sulfadiazin dan pirimetamin selama 4-6 minggu atau lebih. Obat-obatan tersebut dapat menyebabkan meningkatnya sensitivitas cahaya meningkat, perdarahan, atau memar. Dokter Anda mungkin akan melakukan tes darah untuk mengawasi efek samping lainnya.

Untuk mengurangi demam, gunakan asetaminofen atau Anda dapat berendam di air dingin. Tidak ada diet tertentu untuk pasien toksoplasmosis namun pasien membutuhkan minum air dalam jumlah yang banyak.

 

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk toksoplasmosis?

Dokter akan mendiagnosis berdasarkan rekam jejak medis, pemeriksaan fisik, dan tes darah. Apabila tidak ada pemeriksaan spesifik, toksoplasmosis sering kali sulit untuk didiagnosis karena kemunculan gejala dan keluhan seringkali serupa seperti flu atau bertambahnya monosit.

Tes bagi ibu hamil:

Apabila dokter mencurigai terdapat suatu infeksi, dokter akan meminta Anda melakukan tes darah untuk melihat apakah terdapat antibodi bagi parasit tersebut. Antibodi merupakan protein yang diproduksi sistem imun dan merespon kehadiran objek asing seperti parasit. Karena tes antibodi sulit untuk diinterpretasikan, maka setiap hasil tes positif harus dikonfirmasi oleh pihak laboratorium yang secara khusus mendiagnonis toksoplasmosis.

Tes bagi bayi:

Apabila Anda hamil dan terinfeksi toksoplasma, langkah selanjutnya adalah menentukan apakah bayi yang Anda lahirkan juga terinfeksi atau tidak. Dokter mungkin akan melakukan tes sebagai berikut:

Amniocentesis. Prosedur ini biasanya dilakukan setelah minggu ke-15 kehamilan. Umumnya, dokter menggunakan jarum kecil untuk mengambil sedikit cairan dari kantung di sekitar janin. Setelah itu, dokter akan melakukan tes pada cairan tersebut untuk diperiksa apakah terdapat bukti infeksi. Amniocentesis dapat menyebabkan keguguran dan komplikasi lain yang tidak terlalu parah, seperti sakit perut, bocornya amniotik, atau iritasi pada bagian jarum yang disuntikkan
Ultrasound. Tes ini menggunakan gelombang suara menciptakan gambar bayi dalam rahim. Teknologi ultrasound toksoplasmasis tidak dapat mendiagnosis namun dapat menunjukkan beberapa tanda infeksi bayi, seperti cairan di otak (hydrocephalus). Meskipun begitu, hasil negatif tes ultrasound tidak menghapus kemungkinan infeksi. Karena alasan ini, bayi perlu untuk diperiksa dan terus dicatat perkembangan pemeriksaan darahnya di awal 12 bulan sejak kelahiran

Tes pada kasus yang parah:

Apabila Anda memiliki penyakit yang mengancam kehidupan seperti penyakit kronis, Anda mungkin akan membutuhkan berbagai cara diagnosis untuk memeriksa apakah otak Anda juga terpengaruh. Tes yang dilakukan biasanya:

MRI (Magnetic Resonance Imaging). Tes ini menggunakan alat magnetis dan gelombang elektromagnetis untuk memproduksi potongan-potongan antar are kepala dan otak. Selama prosedur, Anda akan berada dalam sebuah mesin yang besar, berbentuk pipa dengan medan magnet di tengah dan dikelilingi alumunium. MRI merupakan sebuah prosedur yang tidak bersifat membahayakan bagi tubuh
Biopsi otak: pada kasus yang sangat langka, apalagi jika Anda tidak menunjukkan perkembangan dari perawatan yang diberikan, dokter akan melakukan operasi untuk mengambil sedikit sampel otak Anda. Sampel tersebut kemudian dianalisis dalam laboratorium untuk mencari jejak toksoplasma yang ada

 

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi toksoplasmosis?

Berikut merupakan bentuk-bentuk dari gaya hidup sehat dan pengobatan di rumah yang dapat membantu Anda menghadapi toksoplasmosis:

  • Mengonsumsi asetaminofen untuk nyeri dan demam
  • Rendam pasien dalam bak mandi berisi air dingin
  • Beristirahat sampai gejala dan keluhan hilang. Secara perlahan jalani kembali aktivitas reguler Anda
  • Konsultasi dengan dokter secara berkala dan berkelanjutan untuk dilakukan tes darah
  • Menggunakan tabir surya saat berada di luar rumah karena di tengah-tengah perawatan, Anda akan lebih sensitif terhadap sinar matahari
  • Rajin cuci tangan menggunakan sabun dan air, khususnya setelah memegang daging, buah-buahan, dan sayuran
  • Masak daging hingga matang. Cuci buah-buahan dan sayuran sebelum dimakan

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Post Update :
Date : Wednesday, November 14, 2018 - Rabu, 14 November 2018