Vertigo dan Gangguan Pencernaan

Vertigo dan Gangguan Pencernaan

Vertigo dan gangguan pencernaan ternyata saling berhubungan. Vertigo itu sendiri merupakan gangguan kesehatan yang ditandai dengan ilusi gerakan dan bukan bentuk migrain. Selama ini banyak yang mengartikan vertigo sama halnya seperti migrain. Namun, sebenarnya vertigo dan migrain cukup berbeda. Untuk lebih jelasnya sakit vertigo dapat dikenali dengan beberapa gejala berikut:

  • Penderita merasa tubuhnya atau benda-benda di sekitarnya seperti berputar-putar.
  • Gerakan mata yang tidak normal yang mana juga menandakan adanya kelainan fungsi pada telinga dalam atau kelainan syaraf yang terhubung ke otak.
  • Rasa mual luar biasa.
  • Sering muntah karena rasa mual.
  • Muncul keringat dingin tiba-tiba.
  • Telinga yang sering terasa berdenging.
  • Kesulitan berbicara.
  • Kesulitan berjalan karena sensasi gerakan berputar.
  • Pada kondisi tertentu penderita vertigo juga bisa mengalami gangguan penglihatan.

Penyebab Vertigo

Pada umumnya vertigo disebabkan karena gangguan keseimbangan telinga atau keseimbangan di otak. Vertigo jenis ini termasuk vertigo ringan yang dapat diatasi. Penyebab lainnya yaitu peradangan di telinga bagian dalam yang ditandai dengan serangan vertigo mendadak dan sering kali diikuti kehilangan pendengaran. Adapun peradangan di telinga tersebut umumnya disebabkan karena infeksi bakteri atau virus. Penting untuk diketahui beberapa jenis gangguan kesehatan lain juga dapat menyebabkan vertigo. Sebut saja seperti cedera kepala, migrain, pendarahan di otak, dan gangguan pencernaan.

 

Vertigo dan Masalah Pencernaan

Lupa waktu makan karena telalu sibuk dengan aktivitas harian merupakan akar penyebab maag atau sakit lambung. Perut yang kosong seharian memang dapat memicu rasa nyeri. Gejala tersebut muncul karena asam lambung yang tidak normal. Gangguan pencernaan ini pada umumnya disebabkan produksi asam berlebih.

Pada kondisi normal asam lambung dibutuhkan seperlu membantu pencernaan. Namun, bila jumlahnya berlebihan malah menyebabkan iritasi pada dinding lambung dan berdampak rasa nyeri, sakit, tidak nyaman, ingin muntah, dan regurgitasi atau rasa asam yang naik ke kerongkongan. Kadar asam lambung berlebih lambat laun dapat menyebabkan komplikasi seperti iritasi pada lambung. Komplikasi tersebut disertai beberapa gejala seperti feses mengeras, kurang nafsu makan, kondisi tubuh lemah, sering muntah, dan diare kronis.

Lebih lanjutnya, gangguan pencernaan maag nyatanya juga dapat berpengaruh pada keseimbangan. Dalam hal ini mata dan telinga biasanya juga ikut terganggu fungsinya. Gangguan terjadi karena demam tinggi yang dipicu infeksi pencernaan. Demam tinggi itu juga yang kerap berdampak pada syaraf-syaraf pusat tidak terkecuali kepala. Parahnya gangguan keseimbangan bisa mempengaruhi kondisi psikis seseorang seperti perasaan yang ingin marah, tertekan, takut, tergoncang, atau rasa tidak nyaman di badan.

Seseorang yang menderita gangguan keseimbangan ini akan susah berkonsentrasi meski mata terlihat fokus menatap. Kaki terasa berat untuk berjalan. Tubuh penderita terasa melayang dan serasa ingin jatuh. Muncul ketakutan terutama saat berada di ruang sempit. Gejala lain yang kerap menyertai yaitu kepala pusing, mual seperti ingin muntah, perut kembung, perut terasa penuh, ulu hati seperti terbakar, sesak nafas, dan kepala terasa berputar atau vertigo.

Post Update :
Date : Tuesday, September 25, 2018 - Selasa, 25 September 2018