Antioksidan Untuk Awet Muda

Antioksidan Untuk Awet Muda

Kulit yang sehat sangat didampakan setiap orang apalagi bagi orang yang sudah mulai memasuki usia dewasa dimana kulit perlu dijaga kelembabanya agar tetap sehat dan cantik. Sebenarnya sebanyak apakah kulit membutuhkan vitamin atau suplemen agar tetap cantik?

Sebagai organ yang menutupi seluruh tubuh kita, setiap perubahan yang terjadi pada kulit pasti akan mempengaruhi penampilan. Selain faktor usia, ada banyak hal yang membuat kulit kita seolah ‘menua’. Mulai dari paparan sinar matahari, oksigen, radikal bebas, sampai rusaknya sel-sel kulit.

Semua faktor-faktor pemicu ini akan membuat kulit kita tak hanya kering tapi juga muncul vlek cokelat, jerawat, dan keriput yang semua orang akan mengartikannya sebagai ciri penuaan kulit. Dan ketika kita bicara mengenai penuaan kulit, begitu banyak solusi yang ditawarkan agar kesegaran kulit kembali dapat dinikmati oleh kita sendiri serta orang lain.

 

http://www.annisa-collection.com/category/ethica-fashion/

Sponsor By ANNISA COLLECTION

 

Solusi yang paling dasar yang mungkin sudah sering kita dengar adalah melindungi kulit dari paparan sinar matahari, tidak merokok, dan menikmati makanan sehat. Tapi ternyata bukan hanya itu yang diperlukan sel-sel kulit agar tetap awet muda. Kita perlu melengkapinya dengan antioksidan.

Lalu pertanyaan baru muncul, seberapa banyak kita harus memasok antioksidan agar kesehatan kulit tetap terjaga? Dan antioksidan apa yang paling efektif menjaga kemudaan kulit?

 

Vitamin C, E, dan selenium adalah antioksidan penjaga kulit.

Banyak penelitian mengungkapkan, vitamin C dan E, bekerja sama baiknya dengan selenium dalam hal melindungi kulit dari paparan sinar matahari yang dapat merusak jaringan sel-sel kulit. Saat jaringan sel-sel kulit kita ‘terkoyak’ maka akan muncul keriput serta warna kulit yang tidak merata.

Ketiganya adalah antioksidan alami yang membuat sel-sel kulit memperbaiki setiap kerusakan dengan cepat. “Bekerja langsung pada bagian yang rusak dan menjaga agar terhindar dari pengulangan kerusakan,” ucap Karen E. Burke, MD., PhD., dari Mount Sinai School of Medicine’s departemen dermatologi.

Maka jangan heran jika banyak produk perawatan kulit yang memasukkan vitamin C dan E, sebagai bahan aktif dalam produk mereka. Hanya saja jika produk yang kita gunakan dalam bentuk krim, kemampuan vitamin C dan E untuk bekerja maksimal butuh usaha tambahan. Sebab bentuk krim akan membuat zat aktif itu cepat teroksidasi oleh udara dan cahaya.

Umumnya produk topikal hanya mengandung 15-20 persen vitamin C, 2-5 persen vitamin E, dan 0,02-0,05 selenium. Itu mengapa Burke menyarankan kita untuk mengonsumsi suplemen 1.000-3.000 mg vitamin C, 400 IU vitamin E, dan 100-200 mikrogram selenium untuk memperkuat kerja krim antioksidan kita.

 

Co-enzim Q10, antioksidan alami sahabat sel-sel kulit.

Ini adalah antioksidan yang membantu pertumbuhan sel-sel kulit. Tak hanya itu, enzim ini juga melindungi kulit dari radikal bebas yang dapat menyebabkan kanker. Sebuah penelitian yang diumumkan Journal Biofactors, responden yang menggunakan enzim ini memiliki keriput yang sedikit. Dan konsentrasi ideal yang harus kita temukan pada label produk perawatan kita adalah 0,3 persen.

 

Retinol, vitamin A untuk mencerahkan kulit.

Saat masuk ke dalam kulit, vitamin A akan diubah menjadi retinol. Oleh Burke, retinol didaulat sebagai bahan aktif penting untuk menghadapi proses penuaan kulit. Karena kerjanya tak hanya menghapus keriput tapi juga vlek cokelat, kulit kering, hingga kulit yang terbakar sinar matahari.

Penelitian yang dilakukan di Korea dan dipublikasi dalam Journal of Dermatological Science, mengumumkan perawatan kulit dengan retino membuat kolagen tetap elastis sehingga tidak mungkin muncul keriput atau berbagai tanda penuaan kulit.

Biasanya, retinol berbentuk gel atau krim dan digunakan satu kali sehari. Para dokter kulit selalu mengingatkan untuk tidak menggunakan retinol terlalu lama. Sebab retinol juga mengandung retinoic acid yang dapat menimbulkan efek samping berupa kemerahan dan kulit yang mengelupas.

Dosis idealnya, saran Burke, adalah 0,01 persen untuk gel dan 0,1 persen untuk krim. Sebaiknya gunakan 2 atau 3 hari sekali sehingga produksi retinoic acid tidak terlalu tinggi dalam kulit kita.

 

Flavonoids, ‘teh hijau dan cokelat’ untuk kulit.

Flavonoids adalah antioksidan yang ada di dalam teh dan cokelat. Khasiatnya bagi kulit adalah untuk melindungi kulit dari kanker dan peradangan. Penelitian yang dilakukan di Jerman dan dipublikasi dalam Journal of Nutrition mengumumkan, perempuan yang minum teh hijau dan menikmati cokelat selama 3 bulan, memiliki kulit lebih halus dibanding yang tidak mengonsumsi keduanya.

Penelitian lain dalam Journal of the American Academy of Dermatology, perempuan yang kulitnya dirawat dengan ektrak teh hijau, kulitnya lebih kuat terlindungi dari paparan sinar ultraviolet. “Tapi masih perlu penelitian lebih lanjut untuk menemukan dosis ideal untuk flavonoids,” tambah Burke.

 

Vitamin B, makanan untuk sel-sel kulit.

Vitamin B adalah makanan yang disukai oleh sel-sel tubuh kita, tak terkecuali sel kulit. Maka sangat penting untuk mendapatkan asupan vitamin B yang cukup, mulai dari ayam, telur, atau tepung fortifikasi. Sebab jika kita kekurangan vitamin B, maka kulit akan menjadi sangat kering.

Dan beberapa penelitian menunjukkan, penggunaan vitamin B pada kulit akan memberikan efek tambahan dalam melindungi kulit. Ini terbukti pada percobaan yang dilakukan di Jepang. Mereka mengaplikasikan vitamin B-6 pada kulit tikus percobaan. Dan hasilnya, ketika tikus percobaan terpapar sinar matahari, kerusakan kulit sangat rendah. Bahkan proses terbentuknya keriput sangat kecil terjadi.

Takaran perlindungan pada kulit haruslah dengan dosis yang tepat. Termasuk untuk antioksidan sehingga segala produk perawatan wajah kita bisa bersinergi baik dengan mekanisme kerja sel-sel tubuh. Dengan begitu, kulit tak sekadar menyempurnakan penampilan kita tapi juga membuat kita tetap awet muda.

Post Update :
Date : Thursday, April 18, 2019 - Kamis, 18 April 2019