Manfaat S.LUTENA Untuk Perbaikan Luka Gangren di Kaki Akibat Diabetes

Kesaksian dari Ibu Hj. Siti Tohiroh penderita diabetes dari Gombong

“Assalamu ‘alaikum wr.wb. Nama saya Ibu Hj. Siti Tohiroh usia 60 tahun dari Kota Gombong Jawa Tengah. Saya sudah 1 bulan minum S LUTENA (SUPER LUTEIN). Saya dulu kena diabetes sampai sekarang. Kaki saya sudah diamputasi. Lalu anak saya beli obat ini S LUTENA (SUPER LUTEIN), saya disuruh minum, dan sekarang agak lumayan.

Lalu Mba Nia Daryani yang saat itu sebagai MC, sambil berdiri di sebelah Ibu Hj. Siti Tohiroh membantu menjelaskan. Mba Nia tahu persis kondisi penyakit diabetes Ibu Hj. Siti Tohiroh. Karena putri beliau adalah teman dan mitra bisnis Mba Nia:

“Ibu Hj. Siti Tohiroh ini kakinya sudah diamputasi segini (sambil mba Nia memperagakan dengan tangannya, bahwa kaki Ibu Hj. Siti Tohiroh mulai dari pangkal jari-jari kaki sudah diamputasi, – lihat fotonya –). Tapi setelah diamputasi luka diabetes basah lagi. Kalau terus berobat ke dokter nggak ada habisnya kan? Jadi nanti menjalar lagi, dan harus diamputasi lagi. Dan terus begitu tanpa ada selesainya. Karena memang nggak ada obatnya.

Lalu anak beliau membelikan S LUTENA (SUPER LUTEIN), setelah dikonsumsi, belum sampai 1 bulan, dan belum sampai habis 1 botol, lukanya sudah kering.”


NB: Testimonial ini merupakan murni dari pengalaman pribadi dari orang-orang yang telah konsumsi super lutein/s.lutena dan super lutein mirtoplus. Testimonial ini juga bukan merupakan rujukan, anutan atau patokan yang digunakan untuk menentukan lama penyembuhan dari pengobatan baik itu digunakan sebagai suplemen/nutrisi kesehatan ataupun untuk pengobatan. Jadi apabila ada konsumen yang belum ada hasil seperti dalam testimoni ini bukan berarti SUPER LUTEIN, S.LUTENA atau SUPER LUTEIN MIRTOPLUS tidak manjur, itu merupakan proses dari perbaikan metabolisme tubuh dan perbaikan sel-sel rusak, dimana kondisi setiap orang berbeda, ada yang cepat dalam penyembuhan, ada pula yang lama.

Post Update :
Date : Thursday, April 18, 2019 - Kamis, 18 April 2019