Laminine Nutrisi Untuk Testosterone Deficiency Syndrome pada Pria

Laminine Nutrisi Untuk Testosterone Deficiency Syndrome pada Pria

 

Testosteron Deficiency Syndrome (TDS) atau sindrom kekurangan testosteron merupakan suatu keadaan dimana produksi testosteron dari testis tidak cukup.

Adapun gejala TDS yang muncul yaitu rendahnya dorongan seksual dan menurunnya libido, menurunnya fungsi ereksi, penurunan massa otot dan kekuatannya, kenaikan berat badan, kurang konsentrasi, mudah lelah, depresi berat, kelemahan fisik yang parah, osteoporosis dan anemia.

TDS pada pria juga akan mengakibatkan konsekuensi medis seperti sindrom metabolisme seperti obesitas, disregulasi insulin (yang menyebabkan tingkat kadar gula darah menjadi abnormal), kolesterol tinggi dan hipertensi ringan. Pada akhirnya kondisi ini dapat mengarah pada penyakit diabetes mellitus dan jantung.

Pria dianggap menderita TDS apabila tingkat testosteron dalam darah berada di bawah angka 12 nmol/L. Dimana kisaran normal berada di antara 12-40 nmol/L. Pria dengan ciri-ciri dan gejala yang mengarah pada TDS disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter dan memeriksa kadar testosteronnya.

Karena jika TDS dibiarkan begitu saja dan tidak ditangani dengan benar, akan mengakibatkan munculnya gejala di atas serta menurunkan kualitas hidup pada pria baik di usia produktif maupun usia lanjut.

Penurunan Testosteron
Testosteron merupakan hormon seks steroid (androgen) pria yang umumnya diproduksi oleh testis setelah terjadi kematangan pembentukan kelenjar seks pria (testis).

Testosteron bertanggung jawab terhadap perkembangan anak laki-laki menjadi seorang pria pada masa pubertas. Testoteron berperan dalam seksualitas, pembentukan fisik, mental dan performa pria.

Testosteron merupakan hormon seks pria yang paling penting. Pria akan mengalami penurunan kadar testosteron darah aktif sekitar 1,2 persen per tahun dari kadar semula ketika memasuki usia 40 tahun. Sementara saat mencapai usia 70 tahun, pria akan mengalami penurunan kadar testosteron darah sebanyak 35 persen dari kadar semula.

Penyebab umum terjadinya TDS adalah pertambahan usia pada pria. Tipe ini disebut sebagai slow onset atau low onset TDS. Proses penuaan pada pria akan berdampak pada sistem endokrin, sistem genital, komposisi tubuh dan sistem muskular, sistem kardiosvaskular dan sistem syaraf. TDS juga merujuk pada disfungsi sistem endokrin (produksi androgen) dan sistem eksokrin (produksi sperma).

Diabetes mellitus atau penyakit-penyakit metabolik lainnya dapat mempercepat terjadinya penurunan kadar testosteron bila dibandingkan dengan pria seusia tanpa obesitas dan diabetes mellitus. Lemak perut atau perut buncit (visceral obesity) juga dapat mempercepat terjadinya penurunan kadar testosteron.

Diketahui pula bahwa pria dengan central obesity cenderung mempunyai kadar testosteron lebih rendah dibandingkan dengan pria tanpa central obesity. Pria dengan diabetes mellitus cenderung mempunyai kadar testosteron lebih rendah dibandingkan dengan pria tanpa diabetes mellitus.

Di samping itu, penyebab TDS lainnya adalah kerusakan fungsi dari testis (kemungkinan karena keturunan), terpapar zat beracun, tumor, operasi, dan sebagainya.

Satu gejala umum yang terjadi akibat TDS adalah penurunan fungsi ereksi. Pria dengan penurunan fungsi ereksi kemungkinan memiliki tingkat testosteron yang rendah sehingga disarankan untuk memeriksakan tingkat testosteronnya. Saat ini ditekankan pentingnya skrining TDS pada pria dengan penurunan fungsi ereksi.

Penurunan fungsi ereksi juga dapat diobati hanya dengan testosteron, khususnya apabila penyebab utamanya adalah kekurangan testosteron. Prevalensi pria TDS dengan penurunan fungsi ereksi dilaporkan sekitar 20 persen.

Penanganan TDS bertujuan untuk memulihkan parameter metabolik kedalam kondisi normal (eugonadal), meningkatkan massa, kekuatan dan fungsi otot, memelihara BMD (Bone Mineral Density) dan menurunkan risiko fraktur, meningkatkan fungsi neuropsikologis (kognisi dan mood), meningkatkan fungsi psikoseksual serta meningkatkan kualitas hidup.

Namun sayangnya, kurangnya informasi mengenai kondisi TDS mengakibatkan pria yang terkena penyakit tersebut mengabaikan dan tidak menyadari gejala-gejala penyakit tersebut sebagai kondisi medis yang membahayakan namun menganggapnya sebagai hal yang normal.

Hal ini membuat mereka berupaya mengobati sendiri penyakit ini dengan produk yang dijual bebas, tanpa mempertimbangkan bantuan profesional dalam upaya mengobati penyebab penyakit ini.

Jika dibiarkan tidak diobati, penyakit ini dapat secara serius mempengaruhi kesehatan seksual, fisik, dan mental pria. Oleh karena itu disarankan bagi pria dengan gejala-gejala mengarah pada TDS untuk memeriksakan kadar testosteron mereka.

 

Laminine Obat Herbal Penyembuhan Testosterone Deficiency Syndrome pada Pria

Produk Laminine

PRODUK LIFEPHARMGLOBAL

The Happy Pill Laminine

Laminine adalah Super Food Sinergi hanya dari Bahan-bahan Alami yang mengandung :

  • 22 Asam Amino
  • Trace Mineral
  • Vitamin
  • Fibroblast Growth Factor (FGF).

 

Struktur Molekul Laminine

Kombinasi sempurna dari kehidupan yang berasal dari tanah, laut dan tanaman. Sumbernya “Miracle of Life“. 11 Studi klinis telah dilakukan yang menunjukkan dampak Positif Laminine terhadap Fisik, Mental, Kekuatan Emosional dan Kesehatan keseluruhan. Banyak orang bersaksi bahwa Laminine memberikan mereka perubahan nyata hanya dalam waktu 48 jam

Manfaat Laminine :

  • Peningkatan Energi & Tidur Lebih Baik
  • Peningkatan Stamina & Pemulihan Setelah Latihan / Olah Raga &? Fitness
  • Bentuk Otot yang lebih baik
  • Peningkatan Kekuatan Otot
  • Meningkatkan Libido / Gairah Sex
  • Suasana hati dan lebih baik Merasa Well Being

Studi klinis menunjukkan bahwa penggunaan rutin Laminine membantu:

  • Mengurangi Tanda-tanda Penuaan
  • Membangun Kolagen untuk Kulit Sehat
  • Merangsang DHEA Alam & Testosteron
  • Peningkatan Kekuatan Fisik, Mental & Emosional
  • Mengurangi Stres
  • Tidur lebih nyenyak
  • Pemulihan lebih cepat setelah Olah Raga &? Meingkatkan Kekencangan otot
  • Meningkatkan Hormon Serotonin – Be Happy!
  • Menghilangkan Rasa Nyeri
  • Meningkatkan Kejelasan dan Kewaspadaan
  • Meningkatkan Stamina & Energi
  • Meningkatkan Libido
  • Membantu Fungsi Otak
  • Membakar Lemak

Manfaat 22 Asam Amino dalam Produk Laminine

Keseimbangan lengkap asam amino yang terkandung dalam Laminine dan mencakup:

  • Sistin
  • Metionin
  • Asam aspartat
  • Treonin
  • Serin
  • Asam Glutamat
  • Prolin
  • Glycine
  • Alanine
  • Valine
  • Isoleucine
  • Leusin
  • Tirosin
  • Histidin
  • Ornitine
  • Lysine
  • Arginine
  • Hydroxyproline
  • Amonia

Glisin dan glutamin merupakan prekursor nukleotida. Nukleotida adalah molekul, ketika bergabung bersama-sama, membentuk unit struktur RNA dan DNA.

Blok Bangunan Protein ini melakukan berbagai peran penting dalam tubuh dan membantu kita untuk tetap sehat dalam banyak cara.

  • Antioksidan membantu memerangi radikal bebas dan racun lingkungan termasuk sinar ultraviolet, radiasi, merokok, dan polusi udara.
  • Manfaat dalam mengobati beberapa kondisi pernafasan, seperti bronkitis dan PPOK. Angina, bronkitis kronis dan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), Influenza, Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS), HIV / AIDS.
  • Mengurangi gejala asma, cystic fibrosis, dan emphysema.
  • Mencegah kanker usus besar.
  • Mencegah katarak dan degenerasi makula.
  • Membantu meningkatkan HDL kolesterol baik.
  • Membantu meningkatkan kesuburan ketika diambil bersama dengan obat kesuburan pada orang dengan penyakit ovarium polikistik.
  • Membantu meningkatkan hasil pada anak-anak dengan adrenoleukodystrophy otak canggih, jenis leukemia.
  • Membantu mengobati kecanduan kokain, skizofrenia, dan perjudian.
  • Mengurangi resiko kanker paru di kalangan perokok.
  • Penurunan Cell oksidasi.
  • Meningkatkan neurotransmitter di otak.

 

 TESTIMONIAL LAMININE

MANFAAT LAMININE 

AGEN LAMININE TERMURAH

Untuk Informasi dan Pembelian Produk Laminine:

 Silahkan menghubungi :
Aprilia
E-mail: [email protected], YM: annisa_lidya
SMS/telp: +60164019528, sms saja: +6283857257768,

Laminine Termurah: Hubungan Mendengkur dan Depresi

 

Post Update :
Date : Friday, April 19, 2019 - Jumat, 19 April 2019