Waspadai Gondok Kongenital Pada Bayi

Waspadai Gondok Kongenital Pada Bayi

Waspadai Gondok Kongenital Pada Bayi. Gondok kongenital biasanya sporadis dan dapat diakibatkan dari pemberian obat-obat antitiroid atau yodium selama kehamilan untuk pengobatan tirotoksikosis. Yodium dan obat-obatan goitrogenik melewati plasenta dan pada dosisi yang tinggi dapat menganggu sintesisi hormon tiroid yang menyebabkan gondok hipotiroidisme pada janin.
Penyakit Gondok (tiroid) merupakan kelenjar berbentuk kupu-kupu yang terletak dalam leher depan bawah. Belahan (lobus) kiri dan kanan melekat sebelah menyebelah di permukaan trachea (saluran nafas) menjulur ke atas dekat laring. Belahan ini terhubung satu dengan lain oleh isthmus. Tiap belahan sebesar ibu jari empunya, dengan berat keseluruhan 20-25 gram.
Gondok kongenital biasanya sporadis dan dapat diakibatkan dari pemberian obat-obat antitiroid atau yodium selama kehamilan untuk pengobatan tirotoksikosis. Yodium dan obat-obatan goitrogenik melewati plasenta dan pada dosisi yang tinggi dapat menganggu sintesisi hormon tiroid yang menyebabkan gondok hipotiroidisme pada janin.
Pembesaran tiroid pada saat lahir kadang-kadang dapat cukup menyebabkan distres pernafasan yang mnegganggu menysui dan bahkan dapat menyebabkan kematian.
Gondok hampir selalu ada pada bayi hipertiroid kongenital. Gondok ini biasanya tidak besar, namun bayi menampakan gejala klinis hipertiroidisme dan ibu memiliki riwayat penyakit graves.
Bila tidak ada faktor penyebab yang dapat di ketahui, efek pada sintesis hormon tiroid harus di curigai . Satu dari 30.000-50.000 kelahiran hidup yang di temukan pada program skrining neonatus menderita efek demikian.
Tentunya si kecil juga akan sering merasakan sakit dan sering menangis akibat dari penyakit gondok yang timbul pada dirinya.
Hipertiroidisme terjadi karena kelenjar tiroid yang terlalu aktif. Pada bayi baru lahir, penyebab dari hipertiroidisme yang paling sering ditemukan adalah penyakit Graves neonatorum. Penyakit ini bisa berakibat fatal dan bisa terjadi pada bayi yang ibunya menderita atau pernah menderita penyakit Graves.
Penyakit Graves adalah suatu penyakit autoimun dimana tubuh menghasilkan antibodi yang merangsang kelenjar tiroid. Pada wanita hamil, antibodi ini bisa sampai ke janin dan merangsang kelenjar tiroid janin.
Penyakit Graves pada ibu bisa menyebabkan lahir mati, keguguran atau kelahiran prematur.
Pada bayi baru lahir, gejala kelenjar tiroid yang terlalu aktif bisa timbul dalam
waktu beberapa hari setelah lahir:
  • – berat badan tidak bertambah
  • – denyut jantung yang cepat
  • – tekanan darah tinggi
  • – rewel atau gelisah
  • – muntah
  • – diare.
Gondok bisa menekan saluran udara dan mengganggu proses bernafas. Kadar hormon tiroid yang tinggi bisa menyebabkan denyut jantung menjadi cepat yang selanjutnya dapat menyebabkan gagal jantung.
Seperti halnya pada dewasa, pada bayi baru lahir, mata juga menonjol. Jika dilakukan pengobatan, pemulihan akan terjadi dalam beberapa minggu, tetapi bayi tetap memiliki resiko kekambuhan selama 6 bulan sampai 1 tahun.
Kadar antibodi perangsang tiroid yang tetap tinggi juga dapat menyebabkan penutupan dini ubun-ubun, keterbelakangan mental, hiperaktivitas pada masa kanak-kanak dan pertumbuhan yang lambat. Waspadai Gondok Kongenital Pada Bayi
Post Update :
Date : Friday, April 26, 2019 - Jumat, 26 April 2019