Campak Jerman & Resiko Bayi Lahir Cacat

Campak Jerman & Resiko Bayi Lahir Cacat

Campak Jerman & Resiko Bayi Lahir Cacat . Lahir cacat atau kelainan pada anak saat lahir bisa terjadi karena disebabkan adanya faktor resiko sejak bayi masih dalam kandungan baik disadari atau tidak. Penyebab tersebut dapat berasal dari lingkungan yang bisa dihindari namun bisa juga berasal dari faktor keturunan seperti kelainan pada struktur atau cacat genetik yang tidak dapat dikontrol.

Faktor-faktor yang berpengaruh tersebut antara lain adalah :

  • Kondisi fisiologis orang tua dapat menyebabkan anak mendapatkan gangguan kromosom atau gen rusak.
  • Paparan bahan kimia berbahaya.
  • Paparan radiasi besar bahkan untuk tujuan pengobatan medis.
  • Pemakaian obat-obatan seperti Thalidomide, anti-biotik atau antikonvulsan dan obat vasokonstriktor seperti Kokain.
  • Kadar glukosa dalam tubuh yang tinggi.
  • Ketidakseimbangan nutrisi atau mengalami kekurangan asupan nutrisi yang tepat di waktu yang tepat atau tidak mendapatkan asam folat yang cukup melalui makanan.
  • Rokok dan alkohol
  • Penyakit menular seperti Sifilis, HIV dan sejenisnya.
  • Serangan virus campak terutama virus Rubella/Campak Jerman atau virus Listeria dan Cytomegalo yang dapat menyerang tubuh ibu melalui keju atau konsumsi daging

 

Bahaya virus Rubella/Campak Jerman

Rubella atau campak Jerman seperti yang sering disebut adalah hasil dari infeksi virus dan dianggap sebagai penyakit ringan pada anak dan remaja karena biasanya hanya menyebabkan ruam dan demam. Setiap orang pasti pernah mendengar mengenai penyakit campak meskipun mungkin tidak menyadari apa yang menjadi penyebabnya. Campak merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus pada sistem pernapasan. Penyakit ini menyebar melalui bersin dan batuk, atau dengan terjadinya kontak dengan orang yang terinfeksi. Penyakit ini sangat menular dan dapat menyebar melalui kontak dengan orang yang terinfeksi. Beberapa gejala campak termasuk ruam, demam tinggi, batuk, pilek, serta mata merah dan berair. Komplikasi dapat berupa infeksi telinga, diare, pneumonia, ensefalitis, kejang, dan bahkan kematian.

Anak-anak dan orang dewasa mempunyai kemungkinan untuk menderita komplikasi sebanyak dua puluh kali lipat dibanding remaja yang terserang penyakit ini. Rubella menyebabkan infeksi telinga pada satu dari setiap sepuluh anak yang terserang, sementara satu dari setiap dua puluh beresiko pneumonia. Satu dari seribu anak-anak yang terkena campak akan menderita ensefalitis, yang dapat menyebabkan ketulian atau keterbelakangan mental.

Resiko Bayi Lahir Cacat

Bagi ibu hamil komplikasi dapat menjadi berat. Rubella dapat menyebabkan sejumlah cacat lahir pada anak-anak yang belum lahir. Antara lain dapat meyebabkan ketulian, katarak, efek jantung, keterbelakangan mental, dan kerusakan hati dan limpa. Penyakit ini juga dapat menyebabkan wanita hamil mengalami keguguran atau kelahiran prematur.

Campak Jerman sangat menular pada wanita hamil yang dapat menyerang bantalan anak selama trimester pertama kehamilan. Wanita yang menyimpan virus rubella selama kehamilannya akan memberikan resiko yang semakin besar kepada bayinya. Bila serangan terjadi dalam rentang 10 minggu, risiko rubella berkurang, meskipun bayi mungkin beresiko mengalami hambatan pengembangan mata dan cacat pendengaran. Bila serangan terjadi selama trimester kedua kehamilan, sekitar 14-15 minggu, risiko dari penyakit ini menjadi lebih jelas yaitu bayi beresiko mengalami komplikasi penglihatan dan pendengaran. Namun, mereka hanya akan mengalaminya saat mereka tumbuh dewasa. Pada trimester ketiga, bayi yang belum lahir masih bisa terserang rubella. Jika seorang ibu hamil terdeteksi menyimpan rubella maka dokter harus segera menentukan sebuah prosedur diagnostik untuk menentukan apakah bayi terpengaruh atau tidak. Campak Jerman & Resiko Bayi Lahir Cacat

Post Update :
Date : Friday, April 19, 2019 - Jumat, 19 April 2019