Infeksi Saluran Kencing

Infeksi Saluran Kencing

Infeksi Saluran Kencing. Perempuan memang rawan terkena cystitis (infeksi saluran kencing). Menurut penelitian, 1-3 wanita dari 10 wanita, setiap tahunnya mengalami cystitis. Bahkan, 1 dari 20 wanita, any time, mengalami cystitis tanpa gejala. Hanya 10 % saja yang gejalanya muncul. Ada juga perempuan yang sering sekali mengalami cystitis, biasanya disebut recurrent cystitis. Kenapa ya? Karena saluran uretra yang menghubungkan lubang kencing (uretra) dan kandung kencing milik perempuan lebih pendek dibandingkan laki-laki.

Infeksi saluran kencing adalah infeksi pada saluran kencing karena mikroorganisme. Paling sering disebabkan oleh E.Coli sebuah kuman pathogen yang hidup didaerah usus besar.

ISK atau infeksi saluran kencing secara klinik timbul sebagai ISK bagian bawah dan ISK bagian atas. ISK bagian bawah adalah ISK yang paling sering terjadi yang disebut urethritis atau cystitis.

ISK bagian atas biasanya sering disebabkan oleh kuman pathogen yang sama dengan ISK bagian bawah, hal ini terjadi karena ISK bagian bawah tidak diobati secara tepat sehingga kuman tersebut naik dari kantong kemih ke ginjal, dan dapat menyebabkan infeksi yang serius dari ginjal.

Jadi ISK atau infeksi saluran kencing, dapat diobati dengan pemberian antibiotic yang sesuai, jika tidak diobati dengan baik dapat menjadi komplikasi yang serius yang nantinya akan memerlukan pengobatan lebih lama.

Tanda-tanda adanya infeksi saluran kencing
Ada beberapa tanda yang bisa kita deteksi untuk penyakit infeksi saluran kencing

  •  ngompol di masa dalam tidur
  •  tingginya frekuensi buang air kecil
  •  perasaan ingin membuang air kecil terus
  •  Sakit dan rasa pedih ketika buang air kencing bahkan di sertai darah
  •  Deman dan panas dingin
  • Sakit atau nyeri di perut kiri bawah
  • Lemahnya pertahanan tubuh telah menyebabkan bakteri dari vagina,  perineum (daerah sekitar vagina), rektum (dubur) atau dari pasangan  (akibat hubungan seksual), masuk ke dalam saluran kemih. Bakteri itu  kemudian berkembang biak di saluran kemih sampai ke kandung kemih,  bahkan bisa sampai ke ginjal.

 

Penyebab Sebab lainnya :

  • Sangat mungkin sebabnya dari diri anda pribadi ,misalnya :anda sering kali menahan kencing / buang air kecil.
  •  Buang air kecil tidak memperhatikan segi kesehatan ,sehingga air seni yang tersisa menjadi sumber infeksi. Itulah gunanya mengerikan dengan tissue.
  •  Bagi Wanita, arah membersihkan sehabis buang air BESAR (BAB) juga sering menjadi awal masalah. Pasalnya adalah bila arah anda membilas dari dubur kedepan, maka kuman-kuman yang berasal dari dubur akan terbawa ke depan ke daerah Vagina….,sehingga terjadilah infeksi disana yang bisa merembet ke arah lubang saluran kemih.

Pencegahan dapat dilakukan :

  • Perbanyak minum. Minumlah banyak cairan (dianjurkan untuk minum minimal 8 gelas air putih sehari).
  •  Segera buang air kecil sebelum dan sesudah melakukan hubungan seksual.
  • Jika membersihkan kotoran, bersihkan dari arah depan ke belakang, agar kotoran dari dubur tidak masuk ke dalam saluran kemih.
  •  Periksakan air seni secara rutin selama kehamilan.
  •  Jangan terlalu lama menahan keinginan buang air kecil

 

Post Update :
Date : Wednesday, April 24, 2019 - Rabu, 24 April 2019