ACA (Anticardiolipin Antibody)

pengentalan-darah-3

ACA (Anticardiolipin Antibody)

ACA (Anticardiolipin Antibody) adalah suatu protein dalam darah yang membuat tubuh membentuk reaksi kekebalan hingga terjadi APS (Antiphospholid Syndrome). ACA adalah penyakit yang menyebabkan darah menjadi kental. Itulah mengapa penyakit ini sering disebut sindrom darah kental. Tubuh sebenarnya memiliki kemampuan alamiah untuk mencegah terjadinya pembekuan darah yang tidak wajar. Namun dalam kasus ini, terdapat suatu protein darah yang menyebabkan darah menjadi lebih kental dan cepat beku. Sindrom ini bisa terjadi pada siapa saja, kapan saja, dan di mana saja.

Apa yang menyebabkan pembekuan darah secara tidak wajar itu bisa terjadi? Dugaan sementara menyebutkan bahwa antifosfolipid antibodi menurunkan kadar annexin V-salah satu jenis protein yang berikatan dengan fosfolipid dan memiliki kemampuan untuk mencegah terjadinya pembekuan darah. Menurunnya kadar annexin V tersebut menyebabkan terjadinya bekuan darah atau trombosis.

Penyebab dari sindrom ACA belum dapat diketahui dengan pasti. Seperti penyakit lain, keturunan atau genetik adalah salah satu faktor yang disebut-sebut sebagai penyebab sindrom ini. Selain itu, ada banyak dugaan diantaranya alergi obat-obatan, kanker, dan infeksi virus atau bakteri.

Gejala dari sindrom ACA antara lain sakit kepala, pusing, migrain, pegal-pegal di daerah leher atau tengkuk, tangan sering kesemutan atau merasa baal, pandangan berkunang-kunang, pandangan kabur, daya ingat menurun, sesak nafas, telinga sering mendengung sampai tuli mendadak.

Naiknya tekanan darah tanpa sebab yang jelas, ditenggarai juga sebagai salah satu gejala sindrom ini. Peningkatan tekanan darah adalah akibat dari pengentalan darah yang menyebabkan aliran darah tidak sempurna. Gejala yang terjadi pada perempuan yang telah menikah antara lain inferliitas primer, keguguran berulang kali, janin meninggal dalam kandungan, bayi yang lahir meninggal, dan preeklamsia.

Bagaimana Mendeteksinya?

Gejala-gejala di atas dapat dijadikan pertanda apakah seseorang mengalami sindrom ACA atau tidak. Namun, gejala-gejala tersebut kerap dialami oleh semua orang. Bagaimana membedakan gejala ACA dengan pusing atau sakit kepala biasa?

Cara yang pertama, jangan berpatokan hanya dengan satu gejala saja. Ciri-ciri atau gejala yang dicurigai harus lebih dari satu. Cara yang kedua dengan melakukan tes ACA di rumah sakit. Lewat test ini akan diketahui kadar IgG dan IgM penderita. Namun sayangnya fasilitas pemeriksaan ini baru tersedia di rumah sakit-rumah sakit besar dan diiringi dengan biaya pemeriksaan yang cukup mahal.

Apa Akibatnya?

Darah kental akan sulit dialirkan keseluruh tubuh, akibatnya sirkulasi darah berjalan tidak lancar. Ini dapat menyebabkan pasokan darah ke tubuh berkurang atau terhenti sama sekali. Sebagai akibatnya, seseorang yang menderita sindrom ACA akan mengalami penurunan daya ingat, kelainan jantung, stroke, sampai kematian di usia dewasa muda atau sebelum 40 tahun.

Bagi ibu hamil, sindrom ini dapat menyebabkan janin meninggal dalam kandungan, keguguran berulang kali, dan bayi yang lahir meninggal. Pada kehamilan normal, volume darah ibu akan bertambah sekitar 30%, hingga terjadi pengenceran darah (hemodilusi). Hemodilusi ini sangat penting agar aliran darah dapat cepat sampai ke janin dan mengurangi beban jantung ibu saat memompa darah. Namun apabila sang ibu terkena sindrom ACA, maka dapat mengakibatkan terjadinya pembekuan darah pada plasenta. Darah yang beku tadi akan menyumbat plasenta dan akan menghalangi jalan masuk makanan dan oksigen untuk janin. Sehingga kebutuhan janin tidak terpenuhi secara normal dan menyebabkan keguguran.. Semakin kental darah ibu, maka semakin tidak baik pengaruhnya untuk janin.

Selain berdampak buruk bagi janin, sinrom ini juga tidak baik bagi ibu. Karena jantung harus memompa dan bekerja lebih berat. Hal ini dapat mengakibatkan ibu kekurangan oksigen, hingga mudah lelah, juga dapat terkena penyakit darah tinggi pada kehamilan (preeklampsia). ACA (Anticardiolipin Antibody)

Post Update :
Date : Friday, April 19, 2019 - Jumat, 19 April 2019