Pengobatan Mata Retinopati Diabetik Aman Tanpa Efek Samping

Pengobatan Mata Retinopati Diabetik Aman Tanpa Efek Samping

Pengobatan Mata Retinopati Diabetik Aman Tanpa Efek Samping. Untuk Penyakit Retinopati Diabetes  bisa diperbaiki dengan konsumsi nutrisi yang diperlukan oleh tubuh kita. Nutrisi herbal yang terbagus adalah yang mengandung 6 karotenoid sebagai sumber antioksidan yang bisa memperbaiki kerusakan sel tubuh secara total baik karena sakit maupu karena aus. Nutrisi herbal yang dimaksud bisa didapat dengan konsumsi S.LUTENA.

Retinopati diabetik merupakan kelainan retina akibat dari komplikasi diabetes yang menyebabkan kebutaan. Retinopati ini dapat dibagi dalam dua kelompok berdasarkan klinis yaitu retinopati diabetik non proliferatif dan retinopati diabetik proliferatif, dimana retinopati diabetik non proliferatif merupakan gejala klinik yang paling dini didapatkan pada penyakit retinopati diabetik. Manifestasi penyakit ini dapat terjadi pada 80% dari semua penderita diabetes yang sudah menderita selama lebih dari 10 tahun atau 15 tahun. Retinopati diabetik pada diabetes tipe I paling sedikit terlihat 3-5 tahun sesudah onset, sedangkan diabetes tipe II retinopati sudah dapat terjadi sebelum diagnosis ditegakkan.

Di Inggris retinopati diabetes merupakan penyebab kebutaan nomor 4 dari seluruh penyebab kebutaan yang terdapat pada kelompok usia 30-65 tahun, sedangkan di Amerika Serikat terdapat kebutaan 5.000 orang per tahun akibat retinopati diabetes.
Kebutaan yang disebabkan oleh retinopati diabetik dapat dicegah setiap tahunnya jika dideteksi secara dini. Oleh karena itu, perlu waktu yang optimal untuk terapi sebelum pasien mengeluhkan gejala penglihatan.
Anatomi

Retina adalah suatu membran yang tipis dan bening, terdiri atas penyebaran serabutserabut saraf optik, letaknya antara badan kaca dan koroid. Bagian anterior berakhir pada ora serata. Di bagian retina yang letaknya sesuai dengan sumbu penglihatan yang terdapat makula lutea (bintik kuning) kira-kira berdiameter 1-2 mm yang berperan penting untuk penglihatan.

Kira-kira 3 mm ke arah nasal kutub belakang bola mata terdapat daerah bulat putih kemerah-merahan, disebut papil saraf optik, yang di tengahnya agak melekuk dinamakan ekskavasi faali. Arteri retina sentral bersama venanya masuk ke dalam bola mata di tengah papil saraf optik. Arteri retina merupakan pembuluh darah terminal.

Retina mempunyai ketebalan sekitar 1 mm, terdiri atas lapisan:

  • Lapisan fotoreseptor merupakan lapis terluar retina terdiri atas sel batang dan sel
  • kerucut dan merupakan lapisan penangkap sinar.
  • Membran limitan eksterna merupakan membrane ilusi.
  • Lapisan nukleus luar terutama terdiri atas nuklei sel-sel visual atau sel kerucut dan batang. Ketiga lapis diatas avaskular dan mendapat metabolisme dari kapiler koroid.
  • Lapisan pleksiform luar, merupakan lapis aselular dan merupakan tempat sinapsis sel fotoreseptor dengan sel bipolar dan sel horizontal.
  • Lapisan nukleus dalam merupakan tubuh sel bipolar, sel horizontal dan sel Muller. Lapis ini mendapat metabolisme dari arteri retina sentral.
  • Lapisan pleksiform dalam merupakan lapis aselular merupakan tempat sinaps sel bipolar, sel amkrin dengan sel ganglion.
  • Lapisan sel ganglion merupakan lapisan sel saraf bercabang
  • Lapisan serabut saraf merupakan lapis akson sel ganglion menuju ke arah saraf optik dan di dalam lapisan ini dapat terletak sebagian besar pembuluh darah retina
  • Membran limitan interna merupakan membrane hialin antara retina dan badan kaca.

Retinopati diabetik adalah suatu mikroangiopati progresif yang ditandai oleh kerusakan dan sumbatan pembuluh-pembuluh darah halus retina. Kelainan patologik yang paling dini adalah penebalan membran basal endotel kapiler dan penurunan jumlah perisit.

Penderita Diabetes Mellitus akan mengalami retinopati diabetik hanya bila ia telah menderita lebih dari 5 tahun. Bila seseorang telah menderita DM lebih 20 tahun maka biasanya telah terjadi kelainan pada selaput jala / retina.

Retinopati diabetes dapat menjadi agresif selama kehamilan, setiap wanita diabetes yang hamil harus diperiksa oleh ahli optalmologi/ dokter mata pada trimester pertama dan kemudian paling sedikit setiap 3 bulan sampai persalinan.

Klasifikasi
Secara umum klasifikasi retinopati diabetik dibagi menjadi:

  1. Retinopati diabetik non proliferatif
    Retinopati diabetika non proliferatif merupakan stadium awal dari keterlibatan retina akibat diabetes mellitus yang ditandai dengan adanya microaneurisma, hemoragi dan eksudat dalam retina. Dalam stadium ini terjadi kebocoran protein, lipid atau sel-sel darah merah dari pembuluh-pembuluh kapiler retina ke retina. Bila proses ini sampai terjadi di makula yaitu bagian yang memiliki konsentrasi tinggi sel-sel penglihatan maka akan menimbulkan gangguan pada ketajaman penglihatan.
  2. Retinopati diabetik preproliferatif
    Dengan bertambahnya progresifitas sumbatan mikro vaskular maka gejala iskemia melebihi gambaran retinopati diabetika dasar. Perubahannya yang khas adalah adanya sejumlah bercak mirip kapas (multiple cotton wool spots) atau yang sering disebut sebagai eksudat lunak atau soft eksudate yang merupakan mikro infark lapisan serabut saraf.
    Gejala yang lain adalah kelainan vena seperti ikalan (loops) segmentasi vena (boxcar phenomenon) dan kelainan mikrovaskular intraretina, yaitu pelebaran alur kapiler yang tidak teratur dan hubungan pendek antara pembuluh darah (shunt) intra retina. Pada angiografi fluoresin dengan jelas terlihat adanya bagian yang iskhemis, non perfusi kapiler dan defek pengisian kapiler (Vaughan & Ashbury, 1995).
  3. Retinopati diabetik proliferative
    Iskemia retina yang progresif merangsang pembentukan pembuluh darah baru yang rapuh sehingga dapat mengakibatkan kebocoran serum dan protein dalam jumlah yang banyak. Biasanya terdapat di permukaan papil optik di tepi posterior daerah non perfusi. Pada iris juga bisa terjadi neovascularisasi disebut rubeosis.
    Pembuluh darah baru berproliferasi di permukaan posterior badan kaca (corpus vitreum) dan terangkat bila badan kaca bergoyang sehingga terlepas dan mengakibatkan hilangnya daya penglihatan mendadak.

Retinopati diabetika proliferatif terbagi dalam 3 stadium :

  • Stadium 1 : Aktif : Disebut stadium “florid”, basah, kongestif dekompensata lesi intra retina menonjol, perdarahan retina, eksudat lunak, neovaskularisasi progresif cepat, proliferasi fibrosa belum ada atau minimal, dapat terjadi perdarahan vitreus, permukaan belakang vitreus masih melekat pada retina bisa progresif atau menjadi type stabil.
  • Stadium 2 : Stabil : Disebut stadium kering atau “quiescent”, lesi intra retina minimal neovaskularisasi dengan atau tanpa proliferasi fibrosa, bisa progresif lambat atau regresi lambat.
  • Stadium 3 : Regresi : Disebut juga stadium burned out, lesi intra retina berupa perdarahan, eksudat atau hilang, neovaskularisasi regresi, yang menonjol adalah jaringan fibrosa

Untuk  Penyakit Retinopati Diabetes   bisa diperbaiki dengan konsumsi nutrisi yang diperlukan oleh tubuh kita. Nutrisi herbal yang terbagus adalah yang mengandung 6 karotenoid sebagai sumber antioksidan yang bisa memperbaiki kerusakan sel tubuh secara total baik karena sakit maupu karena aus. Nutrisi herbal yang dimaksud bisa didapat dengan konsumsi S.LUTENA.

S.LUTENA merupakan nutrisi kesehatan tubuh secara total yang berfungsi untuk memperbaiki metabolisme tubuh dan memperbaiki kerusakan sel tubuh secara menyeluruh. S.Lutena ini bisa membantu mempercepat penyembuhan berbagai penyakit, pemakaian dalam waktu lama tidak menimbulkan efek samping apapun bahkan bisa menjadikan tubuh kita kembali muda (antiaging). Kandungan antioksidan dari 6 karatenoid yang terdapat dalam s.lutena ini diperlukan tubuh untuk memperbaiki kerusakan sel baik karena aus maupun karena suatu penyakit tertentu.

Diabetic Retinopathy Akibat Diabetes, Saya kena Diabetic Retinopati, dalam semalam saja, mata kiri saya menjadi buta Kemudian saya minum Super lutein/S.LUTENA, masing-masing minum 5 kapsul, pagi,siang, malam, Setelah 2 minggu, gejala tak nyaman di mata sudah hilang. Setelah 5 bulan, yaitu akhir november ini, saya sudah bisa melihat semuanya dengan normal

NB: Testimonial ini merupakan murni dari pengalaman pribadi dari orang-orang yang telah konsumsi super lutein/s.lutena dan super lutein mirtoplus. Testimonial ini juga bukan merupakan rujukan, anutan atau patokan yang digunakan untuk menentukan lama penyembuhan dari pengobatan baik itu digunakan sebagai suplemen/nutrisi kesehatan ataupun untuk pengobatan. Jadi apabila ada konsumen yang belum ada hasil seperti dalam testimoni ini bukan berarti SUPER LUTEIN, S.LUTENA atau SUPER LUTEIN MIRTOPLUS tidak manjur, itu merupakan proses dari perbaikan metabolisme tubuh dan perbaikan sel-sel rusak, dimana kondisi setiap orang berbeda, ada yang cepat dalam penyembuhan, ada pula yang lama.

Nutrisi Herbal Untuk Penyakit Retinopati Diabetes

Hal utama yang perlu diperhatikan Untuk Penyakit Retinopati Diabetes   adalah dengan memperhatikan nutrisi tubuh setiap hari, nutrisi tubuh tentunya kita dapat dari bahan makanan yang kita makan, makanan terbaik adalah dengan memperbanyak asupan sayur dan buahan dalam menu harian kita dan tentu saja untuk memaksimalkan nutrisi kita juga perlu suplemen alami. S.Lutena merupakan nutrisi herbal dari berbagai jenis buah dan sayuran yang benar-benar alami dan organik. Kandungan 100% herbal buah dan sayuran serta DHA ikan. S.Lutena/Super Lutein tidak hanya untuk Penyakit Retinopati Diabetes   saja tetapi  juga untuk memperbaiki gangguan fungsi organ tubuh lainnya.

Fungsi utama S.Lutena adalah memperbaiki metabolisme tubuh dan mengoptimalkan fungsi seluruh organ tubuh agar berfungsi optimal dalam memperbaiki kerusakan sel/saraf pada setiap organ tubuh dan juga memperbaiki sistem imunitas tubuh.

Apa itu S.Lutena?

S.Lutena Nutrisi Herbal Untuk Penyakit Retinopati Diabetes

S.LUTENA merupakan nutrisi kesehatan tubuh secara total yang berfungsi untuk memperbaiki metabolisme tubuh dan memperbaiki kerusakan sel tubuh secara menyeluruh. S.LUTENA ini bisa membantu mempercepat penyembuhan berbagai penyakit, pemakaian dalam waktu lama tidak menimbulkan efek samping apapun bahkan bisa menjadikan tubuh kita kembali muda (antiaging). Kandungan antioksidan dari 6 karatenoid yang terdapat dalam s.lutena ini diperlukan tubuh untuk memperbaiki kerusakan sel baik karena aus maupun karena suatu penyakit tertentu.

 
Manfaat S.Lutena Secara Umum adalah :
•Detoksifikasi
•Memperbaiki, Mengaktifkan dan Memperbaharui Sel Tubuh
•Pembersih Darah
•Antioksidan

Tiap botol S.Lutena berisi 100 kapsul.

Komposisi: refined fish oil (mengandung DHA), wheat germ oil, ektrak blackcurrant, ekstrak blueberry, gelatin, gliserin, beeswax ektrak, vitamin E, ektrak marigold (mengandung lutein dan zeaxanthin), lycopene tomat, carotene, gardenia, vitamin B1, B2, B6, B12. Pengobatan Mata Retinopati Diabetik Aman Tanpa Efek Samping

Post Update :
Date : Sunday, December 4, 2016 - Minggu, 4 Desember 2016