Obat Retinopati Diabetika

Obat Retinopati Diabetika

Untuk Penyakit Retinopati Diabetes  bisa diperbaiki dengan konsumsi nutrisi yang diperlukan oleh tubuh kita. Nutrisi herbal yang terbagus adalah yang mengandung 6 karotenoid sebagai sumber antioksidan yang bisa memperbaiki kerusakan sel tubuh secara total baik karena sakit maupu karena aus. Nutrisi herbal yang dimaksud bisa didapat dengan konsumsi S.LUTENA.

Diabetes mellitus adalah penyakit yang menyebabkan gangguan penggunaan dan penyimpanan zat gula oleh tubuh. Penderita diabetes mellitus yang tidak terkontrol akanmengalmai kadar gula darah tinggi, rasa haus berlebihan, dan keinginan buang air kecil terus (banyak minum dan banyak kencing). Diabetes mellitus juga dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah tubuh.

Efek diabetes mellitus tersebut di atas bisa menyebabkan ganguan penglihatan penderita akibat katrak, glaukoma dan yang paling penting adalah kerusakan pembuluh darah di dalam mata.

Retinopati diabetika adalah komplikasi diabetes mellitus yang disebabkan oleh perubahan-perubahan pembuluh darah di dalam mata. Retina adalah lapisan syaraf yang peka terhadap cahaya melapisi mata bagian dalam.

Cahaya dan bayangan yang difokuskan pada retina oleh lensa mata akan diteruskan ke otak. Fungsi retina di sini dibandingkan dengan film di dalam kamera.

Pembuluh darah retina yang rusak akibat diabetes mellitus bisa mengalami kebocoran yang menyebabkan pembengkakan retina. Pada keadaan lebih lanjut, bisa terjadi perdarahan dan pertumbuhan jaringan ikat di dalam bola mata. Perubahan pada retina akibat kerusakan pembuluh darah ini menyebabkan gangguan penglihatan, bahkan pada keadaan lebih lanjut akan menyebabkan kebutaan. Insiden kebutaan pada penderita diabetes mellitus adalah 25 kal lebih tinggi dari populasi normal.

Makin lama seseorang menderita diabetes mellitus, semakin tinggi kemungkinan ia akan menderita retinopati diabetika. Sekitar 80% orang yang sudah menderita diabetes mellitus selama 15 tahun akan terserang oleh retinopati diabetika.

Diagnosis Retinopati Diabetika

Penanganan cepat dan tepat merupakan kunci penyelamatan penglihatan pada retinopati diabetika. Oleh karena itu penting sekali untuk mendeteksi penyakit ini sedini mungkin.

Seringkali retinopati diabetika tidak memberikan gejala apapun, sehingga untuk melakukan deteksi dini, penderita diabetes perlu melakukan pemeriksaan mata berkala kepada dokter mata. Setelah meneteskan obat untuk melebarkan pupil, dokter mata akan memeriksa bagian dalam mata dengan alat yang disebut oftalmoskop. Adakalanya pasien dianjurkan menjalani pemeriksaan dengan Fluorescein Angiografi, adalah foto khusus yang dilakukan setelah penyuntikkan zat warna ke dalam pembuluh darah lengan. Zat warna tersebut (fluorescein) akan menunjukkan titik-titik kebocoran retina pada foto yang dibuat.

Penanganan Retinopati Diabetika

Penanganan retinopati diabetika ditentukan oleh beberapa faktor, antara lain:

  1. Umur penderita
  2. Riwayat penyakit
  3. Pola hidup
  4. Kerusakan retina

Retinopati yang ditemukan pada stadium awal, seringkali tidak memerlukan terapi tetapi cukup dengan pengawasan secara berkala. Pengobatan dianjurkan untuk menghentikan proses kerusakan retina dan bila mungkin memperbaiki tajam penglihatan.

Sinar Laser

Sinar laser bermanfaat untuk mengobati retinopati diabetika. Sinar laser adalah sinar berkekuatan tinggi yang difokuskan pada retina yang rusak. Beberapa tembakan halus sinar laser dapat menutup kebocoran pembuluh darah sekitar makula dan mengurangi edema makula. Pada retinopati diabetika proliferatif dengan neovaskularisasi, diperlukan tembakan laser secara luas dengan intensitas dan jumlah tembakan yang tinggi. Untuk mencapai jumlah tembakan yang cukup (antara 2000-4000 tembakan) kadang diperlukan terapi laser beberapa kali.

Efek samping terapi laser dalam jumlah besar antara lain:

  1. Rasa sakit dan mual
  2. Silau, penurunan tajam penglihatan
  3. Penyempitan lapangan pandang dan kesulitan melihat pada malam hari.

Umumnya efek samping ini akan berkurang setelah beberapa waktu. Laser tetap merupakan pengobatan retinopati diabetika yang terbaik, walaupun efek sampingnya kadang cukup mengganggu. Retinopati diabetika proliferatif yang tidak ditangani dengan laser hampir selalu akan berakhir dengan kehilangan tajam penglihatan yang berat. Pada kasus retinopati diabetika proliferatif dengan perdarahan vitreus, sinar laser mungkin tidak tembus, dalam keadaan demikian kryoterapi dilakukan untuk mengatasi neovaskularisasi tersebut.

Dengan adalah kemajuan dalam diagnosis dan terapi retinopati diabetika, angka kebutaaan atau penurunan tajam penglihatan berat telah menurun banyak dibanding masa lampau.

Jenis Retinopatika Diabetika

  • Background retinopathy” :  Ini adalah jenis retinopati diabetika yang paling awal. Pembuluh darah kecil di dalam retina mengalami kebocoran yang menyebabkan pembengkakan retina dan penimbunan zat lemak. Biasanya pada jenis awal ini belum terjadi gangguan penglihatan, kecuali retina yang bengkak adalah “makula” yaitu bagian retina yang digunakan untuk membaca. Makula bengkak disebut “macular edema”.  Background retinopati Diabetika merupakan peringatan tentang kemungkinan terjadinya retinopati diabetika yang lebih buruk.
  • Retinopati Diabetika Proliferatif : adalah jenis retinopati diabetika yang lebih lanjut. Pada retinopati jenis ini, terjadi pertumbuhan pembuluh darah abnormal pada permukaan retina. Pertumbuhan pembuluh darah abnormal ini disebut “neovaskularisasi”. Pembuluh darah abnormal ini halus dan rapuh sehingga mudah pecah dan berdarah.

Vitreus atau badan kaca adalah bahan jernih berbentuk seperti agar-agar yang mengisi rongga bola mata. Perdarahan vitreus akibat pecahnya pembuluh darah abnormal (neovaskularisasi) menyebabkan penurunan tajam penglihatan karena darah pada vitreus menghalangi masuknya sinar ke dalam bola mata.

Pembuluh darah abnormal (neovaskularisasi) dapat merangsang tumbuhnya jaringan ikat yang dapat menarik retina sampai terlepas dari dinding bola mata, yang disebut dengan ablasio retina. Jika dibiarkan saja ablasio retina ini akan menyebabkan kebutaan.

Neovaskularisasi dapat sampai ke pupil dan akan menyebabkan terjadinya glaukoma, akibat peningkatan tekanan bola mata.

Retinopati diabetika tipe proliferatif merupakan bentuk retinopati diabetika paling buruk. Jenis retinopati ini diderita oleh kurang lebih 20% penderita diabetes dan dapat menyebabkan kebutaan permanen.

Gejala Retinopati Diabetika

Pada tahap awal retinopati diabetika, umumnya tidak ada gangguan penglihatan kecuali bial sudah terjadi endema makula. Stadium awal retinopati diabetika ini hanya dapat ditemukan dengan pemeriksaan retina oleh dokter mata.

Pada retinopati diabetika jenis proliferatif, penderita akan mengeluh penglihatan kabur, bayangan bintik-bintik atau serat seperti sarang laba-laba, atau penglihatan menjadi gelap sama sekali bila terjadi perdarahan di dalam bola mata. Walaupun tidak menimbulkan rasa sakit, retinopati diabetika proliferatif sangat berbahaya bagi penglihatan dan memerlukan penanganan segera oleh dokter mata. Kehamilan, tekanan darah tinggi dan merokok dapat memperburuk retinopati diabetika.

VITREKTOMI

Pada kasus retinopati diabetika proliferatif lanjut, vitrektomi mungkin dianjurkan oleh dokter mata. Vitrektomi adalah tindakan beda mikro yang dikerjakan dengan bius umum di kamar operasi, dalam hal ini vitreus yang penuh darah akan dikeluarkan dan diganti dengan cairan jernih. Sekitar 70% penderita yang menjalani operasi vitrektomi akan mengalami perbaikan penglihatan. Harapan perbaikan penglihatan setelah operasi vitrektomi lebih besar pada kasus yang pernah menjalani laser, dan pada kasus dengan makula masih melekat.

Pada kasus dengan makula sudah terlepas, umumnya tajam penglihatan setelah vitrektomi tidak akan lebih baik dari menghitung jari pada jarak antara 1 dan 3 meter. Pada sekitar 20% kasus yang  belum pernah menjalani terapi laser, tindakan vitrektomi akan menghasilkan komplikasi yang justru akan memperburuk tajam penglihatan. Nyata bahwa terapi laser yang cukup awal sangat berperan dalam menyelamatkan penglihatan penderita retinopati diabetika.

Peranan Penderita

Keberhasilan penanganan retinopati diabetika juga tergantung kepada perhatian penderita terhadap diet dan obat-obatan. Penting bagi penderita diabetes untuk menjaga kadar gula darah, mengawasi tekanan darah dan tidak merokok.

Olahraga umumnya tidak merupakan masalah bagi penderita retinopati diabetika awal. Kadang kala penderita retinopati diabetika tipe proliferatif akan diminta untuk mengurangi gerakan yang mungkin akan menyebabkan perdarahan.

Penglihatan penderitan diabetes umumnya bisa diselamatkan.

  1. Retinopati diabetika tidak selalu memberikan gejala
  2. Deteksi dini retinopati diabetika adalah cara terbaik untuk mencegah kehilangan penglihatan
  3. Penderita diabetes harus memeriksakan retinanya minimal sekali dalam setahun, setelah ditemukan adanya retinopati diabetika, frekwensi pemeriksaannya sebaiknya lebih sering.
  4. Dengan pengawasan yang seksama, dokter mata dapat memulai pengobatan sebelum terjadi kehilangan penglihatan. Terapi laser dan operasi sangat efektif pada pengobatan retinopati diabetika

Untuk  Penyakit Retinopati Diabetes   bisa diperbaiki dengan konsumsi nutrisi yang diperlukan oleh tubuh kita. Nutrisi herbal yang terbagus adalah yang mengandung 6 karotenoid sebagai sumber antioksidan yang bisa memperbaiki kerusakan sel tubuh secara total baik karena sakit maupu karena aus. Nutrisi herbal yang dimaksud bisa didapat dengan konsumsi S.LUTENA.

S.LUTENA merupakan nutrisi kesehatan tubuh secara total yang berfungsi untuk memperbaiki metabolisme tubuh dan memperbaiki kerusakan sel tubuh secara menyeluruh. S.Lutena ini bisa membantu mempercepat penyembuhan berbagai penyakit, pemakaian dalam waktu lama tidak menimbulkan efek samping apapun bahkan bisa menjadikan tubuh kita kembali muda (antiaging). Kandungan antioksidan dari 6 karatenoid yang terdapat dalam s.lutena ini diperlukan tubuh untuk memperbaiki kerusakan sel baik karena aus maupun karena suatu penyakit tertentu.

Diabetic Retinopathy Akibat Diabetes, Saya kena Diabetic Retinopati, dalam semalam saja, mata kiri saya menjadi buta Kemudian saya minum Super lutein/S.LUTENA, masing-masing minum 5 kapsul, pagi,siang, malam, Setelah 2 minggu, gejala tak nyaman di mata sudah hilang. Setelah 5 bulan, yaitu akhir november ini, saya sudah bisa melihat semuanya dengan normal

NB: Testimonial ini merupakan murni dari pengalaman pribadi dari orang-orang yang telah konsumsi super lutein/s.lutena dan super lutein mirtoplus. Testimonial ini juga bukan merupakan rujukan, anutan atau patokan yang digunakan untuk menentukan lama penyembuhan dari pengobatan baik itu digunakan sebagai suplemen/nutrisi kesehatan ataupun untuk pengobatan. Jadi apabila ada konsumen yang belum ada hasil seperti dalam testimoni ini bukan berarti SUPER LUTEIN, S.LUTENA atau SUPER LUTEIN MIRTOPLUS tidak manjur, itu merupakan proses dari perbaikan metabolisme tubuh dan perbaikan sel-sel rusak, dimana kondisi setiap orang berbeda, ada yang cepat dalam penyembuhan, ada pula yang lama.

Nutrisi Herbal Untuk Penyakit Retinopati Diabetes

Hal utama yang perlu diperhatikan Untuk Penyakit Retinopati Diabetes   adalah dengan memperhatikan nutrisi tubuh setiap hari, nutrisi tubuh tentunya kita dapat dari bahan makanan yang kita makan, makanan terbaik adalah dengan memperbanyak asupan sayur dan buahan dalam menu harian kita dan tentu saja untuk memaksimalkan nutrisi kita juga perlu suplemen alami. S.Lutena merupakan nutrisi herbal dari berbagai jenis buah dan sayuran yang benar-benar alami dan organik. Kandungan 100% herbal buah dan sayuran serta DHA ikan. S.Lutena/Super Lutein tidak hanya untuk Penyakit Retinopati Diabetes   saja tetapi  juga untuk memperbaiki gangguan fungsi organ tubuh lainnya.

Fungsi utama S.Lutena adalah memperbaiki metabolisme tubuh dan mengoptimalkan fungsi seluruh organ tubuh agar berfungsi optimal dalam memperbaiki kerusakan sel/saraf pada setiap organ tubuh dan juga memperbaiki sistem imunitas tubuh.

Apa itu S.Lutena?

S.Lutena Nutrisi Herbal Untuk Penyakit Retinopati Diabetes

S.LUTENA merupakan nutrisi kesehatan tubuh secara total yang berfungsi untuk memperbaiki metabolisme tubuh dan memperbaiki kerusakan sel tubuh secara menyeluruh. S.LUTENA ini bisa membantu mempercepat penyembuhan berbagai penyakit, pemakaian dalam waktu lama tidak menimbulkan efek samping apapun bahkan bisa menjadikan tubuh kita kembali muda (antiaging). Kandungan antioksidan dari 6 karatenoid yang terdapat dalam s.lutena ini diperlukan tubuh untuk memperbaiki kerusakan sel baik karena aus maupun karena suatu penyakit tertentu.

 
Manfaat S.Lutena Secara Umum adalah :
•Detoksifikasi
•Memperbaiki, Mengaktifkan dan Memperbaharui Sel Tubuh
•Pembersih Darah
•Antioksidan

Tiap botol S.Lutena berisi 100 kapsul.

Komposisi: refined fish oil (mengandung DHA), wheat germ oil, ektrak blackcurrant, ekstrak blueberry, gelatin, gliserin, beeswax ektrak, vitamin E, ektrak marigold (mengandung lutein dan zeaxanthin), lycopene tomat, carotene, gardenia, vitamin B1, B2, B6, B12. Obat Retinopati Diabetika

Post Update :
Date : Sunday, December 11, 2016 - Minggu, 11 Desember 2016