Pengobatan & Penyembuhan Penyakit Mata Konjungtivitis

Pengobatan & Penyembuhan Penyakit Mata Konjungtivitis

Untuk    Penyakit Mata Konjungtivitis , bisa diperbaiki dengan konsumsi nutrisi yang diperlukan oleh tubuh kita. Nutrisi herbal yang terbagus adalah yang mengandung 6 karotenoid sebagai sumber antioksidan yang bisa memperbaiki kerusakan sel tubuh secara total baik karena sakit maupu karena aus. Nutrisi herbal yang dimaksud bisa didapat dengan konsumsi S.LUTENA.

Konjungtivitis merupakan inflamasi pada konjungtiva yang menyebabkan adanya hiperemis mata dan keluarnya sekret purulen. Konjungtivitis ini terjadi akibat lemahnya sistem pertahanan pada konjungtiva. Sistem pertahanan tersebut yaitu:

  • Temperatur yang lebih rendah dari udara sekitar
  • Adanya kelopak mata untuk menyibak kotoran
  • Adanya air mata untuk membersihkan kotoran
  • Adanya lisozim yang berperan sebagai antibakteri
  • Adanya imunoglobulin pada air mata

Etiologi dari konjungtivitis yaitu:

  • Infeksi, yang diakibatkan oleh:
  • Bakteri; StaphylococcuS aureus, Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, Neisseria meningitidis, Neisseria gonorrhoeae, Chlamydia trachomatis
  • Virus; adenovirus, virus Herpes Simplex (HSV) tipe 1 dan 2, picornavirus
  • Fungi
  • Protozoa
  • Parasit
  • Autoimunitas yang berupa alergi
  • Trauma
  • Keratokonjungtivitis

Adanya bakteri yang menyerang konjungtiva menyebabkan proses inflamasi terjadi. Sel-sel inflamasi, yaitu neutrofil, eosinofil, basofil, limfosit, dan sel plasma, menyerang bakteri, namun juga berperan sebagai sel yang merusak struktur konjungtiva. Sel-sel tersebut kemudian bercampur dengan fibrin dan mukus hasil ekskresi sel goblet sehingga membentuk eksudat konjungtiva. Eksudat tersebut mengering dan mengalami perlekatan pada kelopak mata atas dan bawah. Terdapat edema epitel, eksfoliasi konjungtiva, hipertrofi epitel, dan pembentukan granuloma. Selain itu, terdapat edema pada stroma konjungtiva (kemosis) dan hipertrofi pada kelenjar limfoid stroma konjungtivitis.

Konjungtivitis yang disebabkan bakteri ditandai dengan adanya dominansi PMN (polimorfonukleat), sedangkan konjungtivitis akibat virus ditandai dengan adanya dominansi sel MN (mononuklear). Pada konjungtivitis akibat klamidia, dapat ditemukan jumlah neutrofil dan limfosit yang hampir sebanding.

Pemeriksaan untuk konjungtivitis dilakukan dengan menemukan mikroorganisme patogen. Spesimen yang digunakan yaitu eksudat konjungtiva atau korekan pada konjungtiva yang diambil dengan spatula steril. Kemudian, dilakukan pewarnaan Gram atau pewarnaan Giemsa.

Tanda dan gejala yang terdapat pada konjungtivitis yaitu:

  • Adanya sensasi benda asing dalam mata dan rasa terbakar atau bekas digaruk, biasanya diakibatkan oleh edema dan hipertrofi papiler.
  • Adanya rasa terbakar atau bekas digaruk
  • Adanya rasa penuh pada mata
  • Pruritus
  • Fotofobia
  • Hiperemia; hiperemia paling banyak terdapat pada fornix dan semakin berkurang ke arah limbus. Hiperemia ini merupakan gejala terbanyak pada konjungtivitis akut.
  • Epifora; epifora ini muncul akibat adanya sensasi benda asing pada mata, rasa terbakar atau bekas digaruk, atau pruritus pada mata.
  • Keluarnya eksudat berlebih; eksudat ini bersisik dan amorf, menyebabkan perlengketan pada kedua kelopak mata.
  • Pseudoptosis; yaitu melemahnya kelopak mata atas akibat adanya infiltrasi pada otot Muller. Hal ini biasanya terdapat pada konjungtivitis yang berat.
  • Hipertrofi papilar; hipertrofi ini terjadi akibat kumpulan eksudat yang melekat dengan fibril, sehingga terjadi pembesaran pada konjungtiva. Hipertrofi ini berbentuk papila karena terdapat cabang-cabang pembuluh darah pada kumpulan eksudat tersebut sehingga membentuk papila-papila pada konjungtiva.
  • Kemosis; yaitu edema pada stroma konjungtiva. Kemosis ini biasanya sering terdapat pada konjungtivitis akibat Neisseria sp. dan adenovirus. Gejala ini timbul sebelum adanya ekskresi eksudat berlebih.
  • Folikel; folikel paling banyak terdapat pada konjungtivitis yang disebabkan virus, parasit, klamidia, dan toksik. Folikel ini terdiri atas hiperplasia kelenjar limfoid fokal pada lapisan limfoid konjungtiva. Folikel ini berbentuk bulat, berwarna putih keabuan, dan avaskular.
  • Pseudomembran dan membran, yang merupakan hasil dari proses eksudatif. Pseudomembran merupakan koagulum pada permukaan epitel konjungtiva saja, sehingga pada pengangkatan pseudomembran, epitel tersebut masih intak. Sedangkan, membran merupakan koagulum pada keseluruhan lapisan epitel konjungtiva, sehingga pengangkatan membran tersebut dapat menyebabkan perdarahan konjungtiva. Gejala ini sering terdapat pada konjungtiva akibat HSV, streptokokus, dan pada keratokonjungtivitis epidemik.
  • Limfadenopati preaurikular; merupakan gejala yang penting pada konjungtivitis.
  • Fliktenul; merupakan perivaskulitis dengan fokus limfosit pada pembuluh darah tersebut. Gejala ini merupakan reaksi hipersensitivitas delayed terhadap stafilokokus.

Beberapa tipe dari konjungtivitis berdasarkan etiologinya yaitu:

  • Konjungtivitis bakterial
  • Konjungtivitis bakterial ini disebabkan oleh:
  • Staphylococcus aureus
  • Staphylococcus epidermidis
  • Streptococcus pneumoniae
  • Streptococcus pyogenes
  • Haemophilus influenzae
  • Moraxella lacunate
  • Pseudomonas pycocyanea
  • Neisseria gonorrhoeae
  • Neisseria meningitidis
  • Corynebacterium diphtheriae

Bakteri patogen dari konjungtivitis yang paling sering ditemukan yaitu Haemophilus influenzae, Neisseria gonorrhoeae, dan Neisseria meningitidis. Namun, terdapat beberapa bakteri konjungtivitis yang jarang ditemukan, yaitu Corynebacterium diphteriae dan Streptococcus pyogenes.

Patogenesis

Patogenesis dari konjungtivitis bakterial ini yaitu terdapat perubahan pada:

  • Tingkat selular, yang berupa pembentukan eksudat akibat aktivitas sel PMN dan sel inflamasi lainnya pada substansia propria konjungtiva
  • Tingkat vaskular, yang berupa kongesti dan peningkatan permeabilitas pembuluh darah konjungtiva, juga terdapat proliferasi kapiler pada konjungtiva
  • Tingkat jaringan, yang berupa edema pada konjungtiva. Terjadi deskuamasi pada epitel superfisial, proliferasi pada lapisan basal konjungtiva, dan peningkatan sel goblet
  • Sekret konjungtiva, yang terdiri atas air mata, mukus, sel inflamasi, sel epitel yang berdeskuamasi, fibrin, dan bakteri patogen. Pada konjungtivitis yang berat, dapat ditemukan sel darah merah.

Tanda dan gejala pada konjungtivitis bakterial ini dibagi berdasarkan gejala klinis dan onsetnya, yaitu:

1. Konjungtivitis mukopurulen akut

Konjungtivitis ini ditandai dengan adanya hiperemi konjungtiva dan adanya sekret mukopurulen. Bakteri yang biasanya menyebabkan penyakit ini yaitu StaphylococcuS aureus, Pneumococcus, Streptococcus pneumoniae,Haemophilus aegypticus, dan Koch-Weeks bacillus. Beberapa tanda dan gejala pada konjungtivitis tipe ini yaitu:

  • Sensasi benda asing pada mata akibat pembuluh darah yang bertambah pada konjungtiva
  • Fotofobia
  • Sekret mukopurulen, yang menyebabkan perlekatan kedua kelopak mata setelah bangun tidur
  • Penglihatan yang kabur, yang disebabkan adanya mukus pada bagian depan kornea
  • Terlihatnya halo yang berwarna-warni, yang disebabkan oleh efek prismatik mukus pada kornea
  • Kongesti pembuluh darah konjungtiva
  • Kemosis
  • Perdarahan peteki, yang biasanya muncul pada etiologi pneumokokus

2. Konjungtivitis purulen akut

Konjungtivitis ini disebut juga konjungtivitis hiperakut, dan ditandai dengan respon inflamasi yang lebih berat. Penyakit ini disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae, StaphylococcuS aureus, dan Streptococcus pneumoniae. Penyebaran penyakit ini biasanya melalui saluran genital yang terinfeksi N gonorrheae dan menular ke mata melalui tangan yang terkontaminasi.

Tanda dan gejala pada penyakit ini berlangsung dalam tiga fase, yaitu:

  • Fase infiltrasi, yang berlangsung selama 4-5 hari setelah infeksi. Fase ini ditandai dengan:
  • Nyeri pada bola mata
  • Kemosis disertai hiperemi konjungtiva
  • Edema palpebra
  • Sekret yang berair
  • Pembesaran nodus limfa preaurikular
  • Fase blenorrhoea, yang berlangsung setelah fase infiltrasi dan terjadi selama beberapa hari. Fase ini ditandai dengan adanya sekret yang purulen dan kental.
  • Fase penyembuhan, yang ditandai dengan penurunan nyeri, edema palpebra, dan jumlah sekret yang keluar. Namun, konjungtiva masih terlihat merah

3. Konjungtivitis membranosa akut

Konjungtivitis ini ditandai dengan pembentukan membran pada konjungtiva. Penyakit ini disebabkan oleh Corynebacterium diphteriae dan Streptococcus haemolyticus. Pembentukan membran pada konjungtiva tersebut diakibatkan oleh adanya deposisi eksudat fibrinosa pada permukaan konjungtiva akibat inflamasi yang berat. Membran ini kemudian dapat mengalami nekrosis yang menghasilkan jaringan granulasi pada konjungtiva.

Tanda dan gejala dari konjungtivitis ini dibagi dalam tiga fase, yaitu:

1. Fase infiltrasi, yang ditandai dengan:

  • Nyeri yang berat pada mata
  • Sekret konjungtiva
  • Edema palpebra
  • Hiperemia, edema palpebra, yang dilapisi oleh membran
  • Pembesaran nodus limfa preaurikular
  • Fase supurasi, yang ditandai dengan :
  • Penurunan rasa nyeri dan edema palpebra
  • Membran konjungtiva yang perlahan menjadi nekrosis
  • Sekret purulen pada konjungtiva

2. Fase sikatrisasi, yang ditandai dengan adanya jaringan parut/granulasi hasil nekrosis membran

4. Konjungtivitis pseudomembranosa

Konjungtivitis ini ditandai dengan pembentukan pseudomembran pada konjungtiva. Pseudomembran tersebut terbentuk karena adanya koagulasi eksudat fibrinosa pada permukaan konjungtiva.

Penyakit ini ditandai dengan adanya konjungtivitis mukopurulen akut dan pembentukan pseudomembran pada fornix dan konjungtiva palpebra.

5. Konjungtivitis kronik

Konjungtivitis ini ditandai dengan adanya inflamasi yang ringan pada konjungtiva. Salah satu etiologi konjungtivitis ini yaitu adanya infeksi oleh bakteri StaphylococcuS aureus dan bakteri gram negatif lainnya.

Tanda dan gejala dari penyakit ini yaitu:

  • Adanya perasaan terbakar pada mata
  • Perasaan panas dan kering pada tepi palpebra
  • Mata sering merasa lelah dan mengantuk
  • Hiperemia pada mata
  • Sekret mukoid ringan
  • Adanya kongesti pada pembuluh darah konjungtiva posterior
  • Hipertrofi papilar pada konjungtiva palpebra

 

Untuk Penyembuhan  Penyakit Mata Konjungtivitis bisa diperbaiki dengan konsumsi nutrisi yang diperlukan oleh tubuh kita. Nutrisi herbal yang terbagus adalah yang mengandung 6 karotenoid sebagai sumber antioksidan yang bisa memperbaiki kerusakan sel tubuh secara total baik karena sakit maupu karena aus. Nutrisi herbal yang dimaksud bisa didapat dengan konsumsi S.LUTENA.

S.LUTENA merupakan nutrisi kesehatan tubuh secara total yang berfungsi untuk memperbaiki metabolisme tubuh dan memperbaiki kerusakan sel tubuh secara menyeluruh. S.Lutena ini bisa membantu mempercepat penyembuhan berbagai penyakit, pemakaian dalam waktu lama tidak menimbulkan efek samping apapun bahkan bisa menjadikan tubuh kita kembali muda (antiaging). Kandungan antioksidan dari 6 karatenoid yang terdapat dalam s.lutena ini diperlukan tubuh untuk memperbaiki kerusakan sel baik karena aus maupun karena suatu penyakit tertentu.

Berikut Pengalaman Untuk  Penyembuhan  Penyakit Mata Konjungtivitis

Super Lutein merupakan suplemen herbal yang sangat bagus untuk penyembuhan berbagai penyakit termasuk penyembuhan untuk penderita  Penderita Mata Konjungtivitis. Kali ini saya bagikan pengalaman dari seorang bapak yang telah merasakan sendiri khasiat super lutein (s.lutena) baik untuk ibu yang menderita diabetes yang akhirnya bisa memperbaiki kondisi diabetesnya

Berikut adalah video klip kesaksian Pak Wahyu dari Bekasi

“Perkenalkan nama saya Wahyu, background seorang pengamanan di sebuah perusahaan, bank pemerintah. Testimony ke-2, dari mantan tetangga saya ya Bu/Pak, tinggal di Depok. Dia divonis buta sebulan lagi, setelah menghabiskan uang pengobatan kurang lebih sekitar Rp. 11 juta di rumah sakit mata di Jakarta. Sebelumnya dikenalkan S LUTENA, dia tidak mau. Katanya: “Dgn produk seharga Rp. 1,6juta. saya tidak percaya. Aku sudah habisin uang kurang lebih Rp. 11 jt, Yu… masa bisa sembuh?” Berhubung orang tuanya kenal cukup dekat dengan saya, orang tuanya terus memaksa agar dia mau mencobanya… Matanya sudah dipenuhi jamur, berbentuk bunga melati. Bahkan 2 hari setelah konsumsi S LUTENA, dia ke dokter pribadinya, dan dia dinyatakan tidak akan mengalami kebutaan, kelopak matanya makin membaik.  

 NB: Testimonial ini merupakan murni dari pengalaman pribadi dari orang-orang yang telah konsumsi super lutein/s.lutena dan super lutein mirtoplus. Testimonial ini juga bukan merupakan rujukan, anutan atau patokan yang digunakan untuk menentukan lama penyembuhan dari pengobatan baik itu digunakan sebagai suplemen/nutrisi kesehatan ataupun untuk pengobatan. Jadi apabila ada konsumen yang belum ada hasil seperti dalam testimoni ini bukan berarti SUPER LUTEIN, S.LUTENA atau SUPER LUTEIN MIRTOPLUS tidak manjur, itu merupakan proses dari perbaikan metabolisme tubuh dan perbaikan sel-sel rusak, dimana kondisi setiap orang berbeda, ada yang cepat dalam penyembuhan, ada pula yang lama.

 

Nutrisi Herbal Untuk Penyembuhan Penyakit Mata Konjungtivitis

Hal utama yang perlu diperhatikan Untuk  Penyembuhan Penyakit Mata Konjungtivitis adalah dengan memperhatikan nutrisi tubuh setiap hari, nutrisi tubuh tentunya kita dapat dari bahan makanan yang kita makan, makanan terbaik adalah dengan memperbanyak asupan sayur dan buahan dalam menu harian kita dan tentu saja untuk memaksimalkan nutrisi kita juga perlu suplemen alami. S.Lutena merupakan nutrisi herbal dari berbagai jenis buah dan sayuran yang benar-benar alami dan organik. Kandungan 100% herbal buah dan sayuran serta DHA ikan. S.Lutena/Super Lutein tidak hanya untuk   Penyembuhan Penyakit Mata Konjungtivitis saja tetapi  juga untuk memperbaiki gangguan fungsi organ tubuh lainnya.

Fungsi utama S.Lutena adalah memperbaiki metabolisme tubuh dan mengoptimalkan fungsi seluruh organ tubuh agar berfungsi optimal dalam memperbaiki kerusakan sel/saraf pada setiap organ tubuh dan juga memperbaiki sistem imunitas tubuh.

 

Apa itu S.Lutena?

S.Lutena Nutrisi Herbal Untuk Penyembuhan  Penyakit Mata Konjungtivitis

S.LUTENA merupakan nutrisi kesehatan tubuh secara total yang berfungsi untuk memperbaiki metabolisme tubuh dan memperbaiki kerusakan sel tubuh secara menyeluruh. S.LUTENA ini bisa membantu mempercepat penyembuhan berbagai penyakit, pemakaian dalam waktu lama tidak menimbulkan efek samping apapun bahkan bisa menjadikan tubuh kita kembali muda (antiaging). Kandungan antioksidan dari 6 karatenoid yang terdapat dalam s.lutena ini diperlukan tubuh untuk memperbaiki kerusakan sel baik karena aus maupun karena suatu penyakit tertentu.

Manfaat S.Lutena Secara Umum adalah :
•Detoksifikasi
•Memperbaiki, Mengaktifkan dan Memperbaharui Sel Tubuh
•Pembersih Darah
•Antioksidan

Tiap botol S.Lutena berisi 100 kapsul.

Komposisi: refined fish oil (mengandung DHA), wheat germ oil, ektrak blackcurrant, ekstrak blueberry, gelatin, gliserin, beeswax ektrak, vitamin E, ektrak marigold (mengandung lutein dan zeaxanthin), lycopene tomat, carotene, gardenia, vitamin B1, B2, B6, B12. Pengobatan & Penyembuhan Penyakit Mata Konjungtivitis

Post Update :
Date : Friday, February 22, 2019 - Jumat, 22 Februari 2019