Nutrisi Vitamin Untuk Detoksifikasi

Nutrisi Vitamin Untuk Detoksifikasi

Untuk Memperlancar Detoksifikasi , bisa diperbaiki dengan konsumsi nutrisi yang diperlukan oleh tubuh kita. Nutrisi herbal yang terbagus adalah yang mengandung 6 karotenoid sebagai sumber antioksidan yang bisa memperbaiki kerusakan sel tubuh secara total baik karena sakit maupu karena aus. Nutrisi herbal yang dimaksud bisa didapat dengan konsumsi S.LUTENA.

Detoksifikasi bertujuan membuang racun-racun yang sudah mengendon dalam tubuh hingga tubuh kita menjadi betul-betul baru dan sehat.

MANFAAT DETOKSIFIKASI

Pengusiran racun dalam tubuh tentu saja akan menyehatkan tubuh. Hingga cara ini kerap diterapkan untuk membantu penyembuhan berbagai penyakit. Penyakit tersebut antara lain, asma, alergi, pilek, flu, bronkitis, asam urat, rematik, kanker stadium dini, insomnia, depresi, stres, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, penyumbatan pembuluh koroner, penyumbatan pembuluh arteri, obesitas, sariawan, mag, migren, penyakit kulit, serta ketergantungan obat, nikotin, alkohol, dan narkotik.

CARA DETOKSIFIKASI

Puasa untuk detoksifikasi bisa dilakukan dengan berbagai cara. Tetapi prinsipnya satu yakni, tidak memasukkan makanan berlebihan terutama yang tidak sehat, dan mengurangi pemborosan energi hingga energi yang dihasilkan tubuh betul-betul digunakan untuk merontokkan semua racun.

Penghematan energi tadi bisa dilakukan dengan puasa seperti yang selama ini dilakukan secara agama (makan hanya selepas magrib hingga sebelum subuh), atau hanya menyantap buah dan sayuran. Bahkan yang lebih ekstrem lagi hanya minum air putih saja.

Dengan berpuasa atau menyantap makanan yang mudah dicerna, tubuh tidak menggunakan energi untuk mencerna makanan, tetapi betul-betul untuk membuang racun.

Sayangnya, tidak semua orang paham akan makna dan tujuan puasa sesungguhnya hingga ketika lepas dari acara puasa, mereka kembali ke pola makan semula. Makanan yang masuk tidak diperhatikan jumlah maupun mutunya. Bahkan di saat puasa pun, kita kerap jor-joran di waktu berbuka hingga proses detoks tidak berlangsung sempurna.

Detoksifikasi dengan cara puasa seperti diajarkan agama pasti sudah tidak asing lagi untuk Anda. Tetapi bagi orang tertentu (misalnya, yang tidak biasa berpuasa), puasa seperti itu dirasakan berat. Dalam hal ini, puasa dengan hanya makan buah, akan banyak menolong.

Ada keuntungan juga melakukan pembuangan racun dengan hanya menyantap buah-buahan karena buah mengandung banyak air hingga kita terhindar dari dehidrasi dan rasa haus. Jangan lupa juga asupan air yang banyak akan memperlancar proses pembuangan. Buah juga sarat akan vitamin dan mineral . Dengan begitu, walau tidak menyantap makanan “berat”, tubuh tidak kekurangan vitamin. Sementara karbon yang terdapat pada buah juga berfungsi seperti tungku yang membantu pembakaran sisa makanan.

Agar gizi yang masuk cukup lengkap, konsumsilah buah yang bermacam-macam dalam sehari. Buah sebaiknya dibuat juice agar meringankan tugas pencernaan dan menghemat energi. Juice dibuat tanpa air. Banyaknya 1 gelas setiap dua jam. Selain buah, Anda bisa juga minum juice sayuran, tetapi keduanya tidak disarankan untuk dicampur dalam satu minuman. Untuk memberi aroma maupun rasa, Anda bisa menambahkan perasan air jeruk nipis atau jahe pada juice Anda. Namun hindari gula atau pemanis.

Di antara waktu minum juice itu, konsumsilah air putih sebanyak mungkin untuk memperlancar pembuangan.

KAPAN DAN BERAPA LAMA DETOKSIFIKASI DILAKUKAN?

Proses pembuangan racun sebaiknya dilakukan paling tidak 1 tahun sekali selama 30 – 40 hari, tergantung kondisi tubuh. Makin kurang sehat Anda, makin panjanglah waktu yang dibutuhkan untuk menghalau segala racun dalam tubuh.

Meski sudah dibuktikan melakukan puasa yang paling berat sekalipun (hanya minum air putih) selama 40 hari tidak berakibat buruk, toh, sebaiknya detoksifikasi dilakukan bertahap, terutama untuk pemula. Mulailah dulu 2 hari dalam 2 minggu, kemudian 2 hari dalam seminggu, begitu seterusnya sampai bisa dilakukan setiap hari berturut-turut selama 30 hari.

Seperti telah dijelaskan di atas, usai puasa, kita tetap harus menjaga asupan makanan supaya tubuh yang sudah sehat dan bebas racun tadi, tidak kembali dipenuhi racun. Namun, toh, kendati asupan makanan sudah dijaga, puasa baik sekali tetap dilakukan. Pendeknya makin sering kita berpuasa, makin sehatlah tubuh kita.

Biasanya tubuh segera akan memberi “peringatan” manakala sudah harus “dibersihkan”. Kondisi ini disebut asidosis. Saat itu keasaman tubuh sudah terlalu tinggi hingga rentan terhadap penyakit. Padahal keseimbangan asam basa bagi tubuh yang sehat antara 7,3 – 7,5. Gejala awal asidosis antara lain, sering sakit kepala, asma, sinusitis, mudah alergi, sering pilek, batuk, dan flu, sering kembung, sembelit, mag, kulit berjerawat, keputihan, napas dan keringat bau, dan kelebihan berat badan. Nah, kalau gejala-gejala tersebut sudah dialami, saatnyalah kembali berpuasa meski Anda relatif baru menjalankan puasa.

Harap diingat juga, kendati tubuh masih kuat berpuasa, sebaiknya puasa segera dihentikan setelah 40 hari. Karena kemampuan tubuh menyediakan makanan atau sumber energi maksimum hanya sampai 40 hari. Lebih dari itu tubuh kita akan kelaparan dan kekurangan energi. Akibatnya tubuh tidak hanya kurus, tetapi juga kering, keriput, dan rentan terhadap penyakit.

EFEK SAMPING DETOKSIFIKASI

Saat toksin melewati pembuluh darah, tubuh memang akan memberi reaksi. Timbullah sakit kepala, mual, kembung, sembelit, pilek, flu, demam ringan, gangguan kulit, gangguan emosi (gelisah cemas, uring-uringan, dan sulit memusatkan pikiran), serta kedinginan. Kadang juga disertai perubahan warna air seni dan napas bau.

Reaksi ini sangat individual sifatnya. Pada orang tertentu reaksi ini boleh jadi tidak muncul atau sudah terjadi pada hari pertama. Tetapi umumnya reaksi di atas baru muncul pada hari ketiga karena pada hari ketiga tubuh mulai mengambil energi dari lemak setelah hari pertama mengambil glukosa dari otot, dan hari kedua dari lever. Nah, supaya bisa sampai ke otak, lemak harus mengalami tahap perubahan hingga membutuhkan waktu lebih lama.

Kalau reaksi ini muncul, tidak perlu menghentikan puasa. Kurangi saja aktivitas yang menguras energi, hindari juga berpanas-panas di bawah matahari, minum air putih atau jus sebanyak-banyaknya, atau segera tidur. Biasanya reaksi ini hanya berlangsung satu hari saja. Tetapi kalau sakit kepala betul-betul tidak tertahankan, baik juga Anda pergi ke dokter dan menghentikan puasa.

DILARANG BERPUASA

Meski puasa amat penting untuk menghalau segala racun dalam tubuh, toh, tidak semua orang disarankan menjalankannya. Orang-orang yang kurang gizi, misalnya, tentu lebih tidak akan mampu melakukan puasa. Kalaupun mampu, pasti berakibat buruk bagi tubuhnya. Hal ini juga berlaku bagi mereka yang berat badannya kurang.

Ibu sehat, tetapi sedang hamil atau menyusui pun kurang disarankan untuk melakukan detoksifikasi. Begitu juga mereka yang sedang menderita kanker stadium lanjut, tukak lambung, diabetes kronis, lemah jantung, gagal ginjal, sakit jantung, dan TBC. Puasa juga hanya dianjurkan bagi orang dewasa. Balita dan manula sebaiknya tidak melakukannya.

Nah, melihat pentingnya detoksifikasi bagi tubuh kita, mengapa Anda tidak segera memulainya hari ini juga. Awali hari Anda dengan minum air putih, setidaknya 2 gelas setelah itu lanjutkan dengan juice buah setiap 2 jam. Hasilnya, tubuh bebas penyakit, segar, dan nyaman. Tentu kalau langkah-langkah puasa Anda dijalankan dengan benar seperti uraian di atas.

 

Untuk Detoksifikasi bisa diperbaiki dengan konsumsi nutrisi yang diperlukan oleh tubuh kita. Nutrisi herbal yang terbagus adalah yang mengandung 6 karotenoid sebagai sumber antioksidan yang bisa memperbaiki kerusakan sel tubuh secara total baik karena sakit maupu karena aus. Nutrisi herbal yang dimaksud bisa didapat dengan konsumsi S.LUTENA.

S.LUTENA merupakan nutrisi kesehatan tubuh secara total yang berfungsi untuk memperbaiki metabolisme tubuh dan memperbaiki kerusakan sel tubuh secara menyeluruh. S.Lutena ini bisa membantu mempercepat penyembuhan berbagai penyakit, pemakaian dalam waktu lama tidak menimbulkan efek samping apapun bahkan bisa menjadikan tubuh kita kembali muda (antiaging). Kandungan antioksidan dari 6 karatenoid yang terdapat dalam s.lutena ini diperlukan tubuh untuk memperbaiki kerusakan sel baik karena aus maupun karena suatu penyakit tertentu.

Berikut Pengalaman Untuk Detoksifikasi

S.LUTENA Bantu proses detoksifikasi dan sembuhkan mata buta, jantung, luka tak bisa kering dll akibat diabetes

Saya mencoba S.LUTENA, dosis 3×3 kapsul sehari, sebelumnya tangan kanan saya tidak masalah, setelah minum 3 hari terasa sakit pada tangan saya, dan juga punggung saya sakit sekali, itu tanda detoksifikasi, setelah beberapa hari detoks sudah selesai, badan nyaman kembali. Adik saya mengalami kebutaan karena diabetes, mata sudah mulai membaik, mulai tampak remang-remang dan luka kaki karena diabetes sudah mulai kering.

NB: Testimonial ini merupakan murni dari pengalaman pribadi dari orang-orang yang telah konsumsi super lutein/s.lutena dan super lutein mirtoplus. Testimonial ini juga bukan merupakan rujukan, anutan atau patokan yang digunakan untuk menentukan lama penyembuhan dari pengobatan baik itu digunakan sebagai suplemen/nutrisi kesehatan ataupun untuk pengobatan. Jadi apabila ada konsumen yang belum ada hasil seperti dalam testimoni ini bukan berarti SUPER LUTEIN, S.LUTENA atau SUPER LUTEIN MIRTOPLUS tidak manjur, itu merupakan proses dari perbaikan metabolisme tubuh dan perbaikan sel-sel rusak, dimana kondisi setiap orang berbeda, ada yang cepat dalam penyembuhan, ada pula yang lama.

Nutrisi Herbal Untuk  Detoksifikasi

Hal utama yang perlu diperhatikan Untuk Detoksifikasi  adalah dengan memperhatikan nutrisi tubuh setiap hari, nutrisi tubuh tentunya kita dapat dari bahan makanan yang kita makan, makanan terbaik adalah dengan memperbanyak asupan sayur dan buahan dalam menu harian kita dan tentu saja untuk memaksimalkan nutrisi kita juga perlu suplemen alami. S.Lutena merupakan nutrisi herbal dari berbagai jenis buah dan sayuran yang benar-benar alami dan organik. Kandungan 100% herbal buah dan sayuran serta DHA ikan. S.Lutena/Super Lutein tidak hanya untuk Detoksifikasi, Pemulihan Mata Buta Dan Luka Diabetes saja tetapi  juga untuk memperbaiki gangguan fungsi organ tubuh lainnya.

Fungsi utama S.Lutena adalah memperbaiki metabolisme tubuh dan mengoptimalkan fungsi seluruh organ tubuh agar berfungsi optimal dalam memperbaiki kerusakan sel/saraf pada setiap organ tubuh dan juga memperbaiki sistem imunitas tubuh.

Apa itu S.Lutena?

S.Lutena Nutrisi Herbal Untuk Detoksifikasi

S.LUTENA merupakan nutrisi kesehatan tubuh secara total yang berfungsi untuk memperbaiki metabolisme tubuh dan memperbaiki kerusakan sel tubuh secara menyeluruh. S.LUTENA ini bisa membantu mempercepat penyembuhan berbagai penyakit, pemakaian dalam waktu lama tidak menimbulkan efek samping apapun bahkan bisa menjadikan tubuh kita kembali muda (antiaging). Kandungan antioksidan dari 6 karatenoid yang terdapat dalam s.lutena ini diperlukan tubuh untuk memperbaiki kerusakan sel baik karena aus maupun karena suatu penyakit tertentu.

 
Manfaat S.Lutena Secara Umum adalah :
•Detoksifikasi
•Memperbaiki, Mengaktifkan dan Memperbaharui Sel Tubuh
•Pembersih Darah
•Antioksidan

Tiap botol S.Lutena berisi 100 kapsul.

Komposisi: refined fish oil (mengandung DHA), wheat germ oil, ektrak blackcurrant, ekstrak blueberry, gelatin, gliserin, beeswax ektrak, vitamin E, ektrak marigold (mengandung lutein dan zeaxanthin), lycopene tomat, carotene, gardenia, vitamin B1, B2, B6, B12. Nutrisi Vitamin Untuk Detoksifikasi

Post Update :
Date : Saturday, February 23, 2019 - Sabtu, 23 Februari 2019