Manfaat S.LUTENA Untuk Penderita Sindroma Dispepsia

 

Manfaat S.LUTENA Untuk Penderita Sindroma Dispepsia

Untuk   Sindroma Dispepsia bisa diperbaiki dengan konsumsi nutrisi yang diperlukan oleh tubuh kita. Nutrisi herbal yang terbagus adalah yang mengandung 6 karotenoid sebagai sumber antioksidan yang bisa memperbaiki kerusakan sel tubuh secara total baik karena sakit maupun karena aus. Nutrisi herbal yang dimaksud bisa didapat dengan konsumsi S.LUTENA

Sindroma dispepsia lebih dikenal masyarakat umum sebagai penyakit maag (walaupun sebenarnya kurang tepat, karena maag berasal dari bahasa Belanda, yang berarti lambung. Padahal keluhan yang mun cul pada penyakit mag tidak selalu berasal dari lambung).

Prevalensi penyakit ini beragam, sebagian besar penelitian menunjukkan, hampir 25 % orang dewasa mengalami gejala dyspepsia pada suatu waktu dalam hidupnya.

Suatu survey menyebutkan, sekitar 30% orang yang berobat ke dokter umum disebabkan gangguan saluran cerna terutama dyspepsia. Dan 40 – 50 % yang dating ke specialis disebabkan gangguan pencernaan, terutama dyspepsia.

B. Pengelompokan

Kata dispepsia berasal dari bahasa Yunani yang berarti “pencernaan yang jelek”. Dispepsia merupakan kumpulan keluhan/gejala klinis yang terdiri dari rasa tidak enak/sakit, rasa penuh dan panas di perut bagian atas yang menetap atau mengalami kekambuhan keluhan rasa nyeri dan panas pada ulu hati.

Batasan dispepsia terbagi atas dua yaitu:

Dispepsia organik, dyspepsia yang telah diketahui adanya kelainan organik sebagai penyebabnya.

Dispepsia organic dikategorikan menjadi :

  • Gastritis
  • Ulkus peptikum
  • Stomach cancer
  • Gastro-Esophangeal reflux Disease
  • Hyperacidity
  • dll.

Dispepsia non organik, atau dispepsia fungsional, atau dispepsia non ulkus (DNU), Dispepsia yang tidak jelas penyebabnya.

Dispepsia fungsional dibagi atas 3 subgrup yaitu:

  • Dispepsia mirip ulkus {ulcer-likedyspepsia) bila gejala yang dominan adalah nyeri ulu hati;
  • Dispepsia mirip dismotilitas (dysmotility-likedyspepsia) bila gejala dominan adalah kembung, mual, cepat kenyang;
  • Dyspepsia non-spesific yaitu bila gejalanya tidak sesuai dengan (a) maupun (b).

C. Dispepsia Fungsional

Terdapat bukti bahwa dispepsia fungsional berhubungan dengan ketidaknormalan pergerakan usus (motilitas) dari saluran pencernaan bagian atas (esofagus, lambung dan usus halus bagian atas). Selain itu, bisa juga dispepsia jenis itu terjadi akibat gangguan irama listrik dari lambung atau gangguan pergerakan (motilitas) piloroduodenal.

Beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan dispepsia adalah menelan terlalu banyak udara. Misalnya, mereka yang mempunyai kebiasaan mengunyah secara salah (dengan mulut terbuka atau sambil berbicara). Atau mereka yang senang menelan makanan tanpa dikunyah (biasanya konsistensi makanannya cair).

Keadaan itu bisa membuat lambung merasa penuh atau bersendawa terus. Kebiasaan lain yang bisa menyebabkan dispesia adalah merokok, konsumsi kafein (kopi), alkohol, atau minuman yang sudah dikarbonasi.

Mereka yang sensitif atau alergi terhadap bahan makanan tertentu, bila mengonsumsi makanan jenis tersebut, bisa menyebabkan gangguan pada saluran cerna. Begitu juga dengan jenis obat-obatan tertentu, seperti Obat Anti-Inflamasi Non Steroid (OAINS), Antibiotik makrolides, metronidazole), dan kortikosteroid. Obat-obatan itu sering dihubungkan dengan keadaan dispepsia.

Yang paling sering dilupakan orang adalah faktor stres/tekanan psikologis yang berlebihan.

1. Definisi

Dispepsia Fungsional adalah dispepsia non ulkus (DNU), Dispepsia yang tidak jelas penyebabnya.

2. Etiologi /Penyebab

  • Perubahan pola makan
  • Pengaruh obat-obatan yang dimakan secara berlebihan dan dalam waktu yang lama
  • Alkohol dan nikotin rokok
  • Stres
  • Tumor atau kanker saluran pencernaan

3. Manifestasi Klinik / Gejala klinis

  • Nyeri perut (abdominal discomfort)
  • Rasa perih di ulu hati
  • Mual, kadang-kadang sampai muntah
  • Nafsu makan berkurang
  • Rasa lekas kenyang
  • Perut kembung
  • Rasa panas di dada dan perut
  • Regurgitasi (keluar cairan dari lambung secara tiba-tiba)

4. Patofisiologi

Perubahan pola makan yang tidak teratur, obat-obatan yang tidak jelas, zat-zat seperti nikotin dan alkohol serta adanya kondisi kejiwaan stres, pemasukan makanan menjadi kurang sehingga lambung akan kosong, kekosongan lambung dapat mengakibatkan erosi pada lambung akibat gesekan antara dinding-dinding lambung, kondisi demikian dapat mengakibatkan peningkatan produksi HCL yang akan merangsang terjadinya kondisi asam pada lambung, sehingga rangsangan di medulla oblongata membawa impuls muntah sehingga intake tidak adekuat baik makanan maupun cairan.

5. Pencegahan

Pola makan yang normal dan teratur, pilih makanan yang seimbang dengan kebutuhan dan jadwal makan yang teratur, sebaiknya tidak mengkomsumsi makanan yang berkadar asam tinggi, cabai, alkohol, dan pantang rokok, bila harus makan obat karena sesuatu penyakit, misalnya sakit kepala, gunakan obat secara wajar dan tidak mengganggu fungsi lambung.

Untuk Penyakit Gangguan Pencernaan Sindroma Dispepsia  bisa diperbaiki dengan konsumsi nutrisi yang diperlukan oleh tubuh kita. Nutrisi herbal yang terbagus adalah yang mengandung 6 karotenoid sebagai sumber antioksidan yang bisa memperbaiki kerusakan sel tubuh secara total baik karena sakit maupu karena aus. Nutrisi herbal yang dimaksud bisa didapat dengan konsumsi S.LUTENA.

S.LUTENA merupakan nutrisi kesehatan tubuh secara total yang berfungsi untuk memperbaiki metabolisme tubuh dan memperbaiki kerusakan sel tubuh secara menyeluruh. S.Lutena ini bisa membantu mempercepat penyembuhan berbagai penyakit, pemakaian dalam waktu lama tidak menimbulkan efek samping apapun bahkan bisa menjadikan tubuh kita kembali muda (antiaging). Kandungan antioksidan dari 6 karatenoid yang terdapat dalam s.lutena ini diperlukan tubuh untuk memperbaiki kerusakan sel baik karena aus maupun karena suatu penyakit tertentu.

Berikut Pengalaman Untuk  Penyakit Gangguan Pencernaan

Sembuh dari Eksim Akut, Gangguan Prostat, Pencernaan & Hipertensi

Kesaksian Mr. Peter Wong – Hong Kong:

Saya berusia 46 tahun, seperti yang diperkenalkan oleh staf Raymond Café, mulai mengkonsumsi SUPER LUTEIN pada tgl. 26 September 2008 (5 kapsul) & Izumio (1 pack) / hari. Setelah 108 hari (sampai tgl. 12 Juli 2009), berikut adalah masalah kesehatan yg diperbaiki: 1. Kecenderungan eksim yg sdh 4 tahun telah mengalami kemajuan: a. Eksim di wajah alami perbaikan (sesuai foto), b. Eksim tubuh juga berkurang secara bertahap, 2. Masalah prostat telah sembuh, 3. Alergi hidung telah sembuh, 4. Usus dan perut (pencernaan) tidak ada masalah lagi, 5. Uban berkurang, rambut menjadi lebih hitam, 6. Hipertensi turunan yg sdh lebih dari 13 tahun telah normal, 7. Bengkak air di bagian kaki sudah sembuh pada 23/2/2009, 8. Mata menonjol semakin diperbaiki, 9. Daya tahan tubuh meningkat.

NB: Testimonial ini merupakan pengalaman pribadi dari orang-orang yang telah konsumsi super lutein/s.lutena dan super lutein mirtoplus. Testimonial ini juga bukan merupakan rujukan, anutan atau patokan yang digunakan untuk menentukan lama penyembuhan dari pengobatan baik itu digunakan sebagai suplemen/nutrisi kesehatan ataupun untuk pengobatan. Jadi apabila ada konsumen yang belum ada hasil seperti dalam testimoni ini bukan berarti super lutein, S.LUTENA atau Mirtoplus tidak manjur, itu merupakan proses dari perbaikan metabolisme tubuh dan perbaikan sel-sel rusak, dimana kondisi setiap orang berbeda, ada yang cepat dalam penyembuhan, ada pula yang lama.

 

 

Nutrisi Herbal Untuk Penyakit Gangguan Pencernaan Sindroma Dispepsia

Hal utama yang perlu diperhatikan Untuk   Penyakit  Gangguan Pencernaan Sindroma Dispepsia  adalah dengan memperhatikan nutrisi tubuh setiap hari, nutrisi tubuh tentunya kita dapat dari bahan makanan yang kita makan, makanan terbaik adalah dengan memperbanyak asupan sayur dan buahan dalam menu harian kita dan tentu saja untuk memaksimalkan nutrisi kita juga perlu suplemen alami. S.Lutena merupakan nutrisi herbal dari berbagai jenis buah dan sayuran yang benar-benar alami dan organik. Kandungan 100% herbal buah dan sayuran serta DHA ikan. S.Lutena/Super Lutein tidak hanya untuk  Penyakit Gangguan Pencernaan Sindroma Dispepsia  saja tetapi  juga untuk memperbaiki gangguan fungsi organ tubuh lainnya.

Fungsi utama S.Lutena adalah memperbaiki metabolisme tubuh dan mengoptimalkan fungsi seluruh organ tubuh agar berfungsi optimal dalam memperbaiki kerusakan sel/saraf pada setiap organ tubuh dan juga memperbaiki sistem imunitas tubuh.

 

Apa itu S.Lutena?

S.Lutena Nutrisi Herbal Untuk  Penyakit Gangguan Pencernaan Sindroma Dispepsia

S.LUTENA merupakan nutrisi kesehatan tubuh secara total yang berfungsi untuk memperbaiki metabolisme tubuh dan memperbaiki kerusakan sel tubuh secara menyeluruh. S.LUTENA ini bisa membantu mempercepat penyembuhan berbagai penyakit, pemakaian dalam waktu lama tidak menimbulkan efek samping apapun bahkan bisa menjadikan tubuh kita kembali muda (antiaging). Kandungan antioksidan dari 6 karatenoid yang terdapat dalam s.lutena ini diperlukan tubuh untuk memperbaiki kerusakan sel baik karena aus maupun karena suatu penyakit tertentu.

 
Manfaat S.Lutena Secara Umum adalah :
•Detoksifikasi
•Memperbaiki, Mengaktifkan dan Memperbaharui Sel Tubuh
•Pembersih Darah
•Antioksidan

Tiap botol S.Lutena berisi 100 kapsul.

Komposisi: refined fish oil (mengandung DHA), wheat germ oil, ektrak blackcurrant, ekstrak blueberry, gelatin, gliserin, beeswax ektrak, vitamin E, ektrak marigold (mengandung lutein dan zeaxanthin), lycopene tomat, carotene, gardenia, vitamin B1, B2, B6, B12. Manfaat S.LUTENA Untuk Penderita Sindroma Dispepsia

Post Update :
Date : Wednesday, November 14, 2018 - Rabu, 14 November 2018