Keterkaitan antara Floaters, Flashes Dan Ablasio Retina

Keterkaitan antara Floaters, Flashes Dan Ablasio Retina

Keterkaitan antara Floaters, Flashes Dan Ablasio Retina.  Antara floaters, flashes dan ablasi retino saling berhubungan, dimana floaters dan flashes merupkan gejala awal terjadi ablasio retina. Floaters adalah bayangan warna hitam yang terlihat oleh mata kita dalam berbagai bentuk dan ukuran. Bisa berbentuk garis-garis atau seperti jaring. Biasanya Floaters tersebut bergerak saat Anda melirik ke kiri atau kanan dan semakin jelas bila Anda melirik ke arah dinding atau ke langit-langit.

Apakah Retina Dan Vitreus itu?

Retina adalah lapisan syaraf yang melapisi dinding mata bagian dalam dan peka terhadap cahaya. Bagian ini akan menangkap bayangan yang masuk ke mata dan diteruskan ke bagian otak tertentu kemudian oleh otak diterjemahkan menjadi suatu benda yang kita lihat.

Vitreus adalah sejenis cairan kental dan jernih yang mengisi dan membentuk bola mata kita. Pada orang berusia muda vitreus berbentuk seperti agar-agar (jeli). Semakin tua akan semakin cair.

Bagaimana Terjadinya Floaters?

Floater dapat berasal dari vitreus yang mengalami degenerasi sesuai proses penuaan atau pertambahan umur. Saat vitreus mencair, ada beberapa bagiannya yang menebal dan mengkerut. Hal ini dapat menyebabkan terlepasnya perlekatan vitreus dari retina, proses ini disebut posterior vitreous detachment. Bagian yang terlepas ini akan terlihat oleh mata kita sendirisebagai benda yang melayang-layang yang disebut Floaters. Biasanya terjadi pada umur 55 tahun atau lebih tapi bisa terjadi juga pada umur muda yaitu penderita miopia, pernah dilaser atau dioperasi dan pada trauma mata.

Apakah Floaters adalah Hal yang Serius?

Sebagian besar Floaters tidak berbahaya dan tidak mempengaruhi penglihatan serta tidak perlu diobati. Walaupun Floaters tidak akan menghilang seluruhnya tetapi lambat laun gangguan Floaters ini dapat hilang dengan sendirinya. Kadangkala Floaters merupakan gejala awal dari robeknya retina, jika ini terjadi maka merupakan keadaan yang serius karena dapat menyebabkan kebutaan.

Apakah Floaters Harus diObati?

Sebagian besar Floaters tidak perlu diobati kecuali apabila hal itu merupakan gejala dari robeknya retina. Kalau memang hal ini yang terjadi maka harus segela ditangani. (lihat keterangan lanjut di bawah). Untuk memastikannya, mata Anda harus diperiksa secepatnya pada saat pertama kali Anda rasakan adanya Floaters atau saat muncul lagi Floaters yang baru.

Apakah Flashes Dan Bagaimana Timbulnya?

Terlihatnya kilauan cahaya seketika seperti kilat yang disebabkan oleh pergesekan cairan vitreus atau tertariknya lapisan retina. Kejadian ini tidak menimbulkan rasa sakit. Kilauan ini dapat terjadi selama beberapa minggu bahkan beberapa bulan namun tidak berbahaya kecuali bila disebabkan oleh robeknya retina.

Kenapa Retina bisa Robek?

Perlekatan vitreus dan retina dapat saja terlepas dan saling terpisah. Tempat paling sering terjadi yaitu pada bagian belakang bola mata dan biasanya tidak bermasalah . Namun, ada kalanya vitreus dan retina saling melekat erat pada bagian tertentu sehingga bila vitreus terlepas maka bagian yang melekat erat tersebut akan ikut ditarik oleh vitreus dan terjadilah robekan retina.

Apakah Ablasio Retina itu?

Ablasio retina terjadi apabila retina terlepas dari tempat perlekatannya. Kejadian ini serupa dengan wallpaper yang terkelupas dari dinding. Hal ini diawali oleh robeknya retina yang diikuti masuknya cairan pada robekan tersebut. Cairan tersebut akan menyusup ke antara retina dan dinding bola mata yang berakibat terlepasnya retina. Retina yang terlepas ini dapat menyebabkan hilangnya penglihatan secara permanen.

Bagaimana Mengobati Retina Yang Robek?

Dilakukan laser fotokoagulasi atau cryotherapy (pembekuan) di sekeliling retina yang robek dan bertujuan untuk merekat atau menambal robekan tersebut supaya tidak terjadi ablasio. Floaters dari kilatan cahaya tidak selalu menunjukkan adanya ablasio retina. Tapi bila hal itu terjadi sebalinya segera periksa ke dokter mata. Laser dapat dilakukan di poliklinik dan tidak perlu rawat inap.

Gejala Ablasio Retina

  • Kilatan-kilatan cahaya
  • Floaters
  • Melihat seperti ada lapisan hitam yang menutupi sebagian atau seluruh pandangan.

Penyebab Ablasio Retina

  •  Miopia (rabun jauh)
  •  Trauma mata
  • Ada riwayat ablasio retina dalam keluarga
  • Ablasio retina pada mata yang lain.
  • Pernah mengalami operasi mata
  •  Ada daerah retina yang tipis/lemah yang dilihat oleh dokter mata.

Mendiagnosis Masalah Retina

Dokter akan memeriksa vitreus dan retina Anda dengan menggunakan lensa dan lampu khusus. Sebelumnya mata Anda akan ditetesi obat tetes mata agar pupil melebar untuk memudahkan dokter memeriksa mata Anda.

Penanganan Ablasio Retina

Kebanyakan kasus Ablasio retina memerlukan tindakan operasi untuk merekatkan kembali retina pada tempatnya. Dokter mata Anda akan menentukan car yang tepat sesuai penyebab Ablasio retina tersebut. Ada kemungkinan operasi dilakukan lebih dari satu kali,

Jenis-Jenis Operasi Ablasio Retina

Ada beberapa cara operasi untuk merekatkan retina yang lepas. Pemilihan jenis operasi dan anestesi (lokal atau umum) tergantung pada karakteristik ablasio retina yang terjadi.

Lokasi Ablasio harus ditentukan terlebih dahulu kemudia di laser fotokoagulasi (pemanasan) atau cryopexy (pembekuan) untuk menutup bagian yang robek. Adakalanya diperlukan gelembung udara khusus yang dimasukan ke dalam bola mata tersebut untuk membantu mendorong retina yang terlepas agar menempel kembali ke tempatnya di dinding bola mata.

Scleral Buckle

Sabuk silikon dipasangkan melingkari bola mata dengan tujuan membentuk lekukan kedalam pada dinding bola mata untuk menutupi rongga yang terjadi akibat robeknya retina.

Vitrektomi

Vitrektomi merupakan tindakan pengeluaran cairan vitreus kemudian digantikan dengan gas khusus. Secara perlahan gas tersebut akan diserap dan digantikan kembali dengan cairan yang diproduksi oleh mata itu sendiri. Kadang-kadang vitrektomi dilakukan bersamaan dengan pemasangan scleral buckle

Apakah Penglihatan Anda Akan Membaik?

Diperlukan waktu beberapa bulan untuk perbaikan tajam penglihatan tapi pada beberapa kasus tajam penglihatan tidak bisa kembali normal. Sayangnya, ada juga yang tidak bisa melihat lagi walaupun sudah diberikan pengobatan.

Bagaimana Jika Tidak diOperasi?

Retina yang terlepas tidak akan berfungsi lagi sehingga Anda akan kehilangan penglihatan dan menjadi buta.

Apa Yang Sebaiknya Anda Lakukan?

Jika anda mengalami gejala-gejala Ablasio Retina maka segera periksa ke dokter mata untuk diobati sedini mungkin. Jika Anda berisiko terjadi Ablasio Retina maka sebaiknya periksakan mata Anda secara teratur. Keterkaitan antara Floaters, Flashes Dan Ablasio Retina

Post Update :
Date : Sunday, February 17, 2019 - Minggu, 17 Februari 2019