Age-related Macular Degeneration Gangguan Pengelihatan Pada Orang Tua

Age-related Macular Degeneration Gangguan Pengelihatan Pada Orang Tua

Age-related Macular Degeneration Gangguan Pengelihatan Pada Orang Tua. Semakin bertambah usia semakin berkurang ketajaman indra pengelihatan. Penurunan tajam penglihatan pada orang tua sebagian besar karena proses degenerasi, diantaranya katarak dan Age-related Macular Degeneration (ARMD). Kemunduran tajam penglihatan pada katarak mudah diperbaiki, namun tidak demikian dengan ARMD.

ARMD adalah suatu proses degenerasi, dimana terjadi kerusakan jaringan saraf mata di makula yang berjalan secara progresif dan berkaitan dengan proses penuaan. Ada juga jenis degenerasi makula lainnya, misalnya: yang muncul pada usia muda (Juvenile Macular Degeneration), akibat trauma dan infeksi yang merusak jaringan makula.

Makula adalah suatu area yang terdapat di pusat/sentral saraf mata (retina). Ukuran makula sangat kecil (Ø ± 2mm), tetapi merupakan bagian paling sensitif dari retina, yang berfungsi dan bertanggung jawab atas penglihatan sentral, terutama untuk melihat detail/halus, persepsi terhadap kontras dan persepsi warna.

Ada banyak faktor resiko yang berperan dalam proses terjadinya ARMD. Beberapa faktor resiko betul-betul tidak dapat kita kontrol, tetapi sebagian lainnya berkaitan dengan gaya hidup yang masih dapat kita perbaiki.

Beberapa faktor resiko yang tidak dapat dikontrol adalah:

  1. Usia – Persentasi ARMD secara statistik meningkat seiring dengan peningkatan usia, kurang lebih 14% pada usia 55 – 64 tahun, 20% pada usia 65 – 75 tahun dan 37% pada usia diatas 75 tahun.
  2. Jenis Kelamin – ARMD lebih banyak muncul pada wanita daripada pria. Hal ini sebagian dapat dijelaskan dengan fakta bahwa usia rata – rata wanita lebih panjang dari pada pria.
  3. Ras – ARMD lebih banyak didapatkan pada ras Kaukasia dibandingkan ras lainnya.
  4. Warna mata – Dikatakan ARMD lebih banyak diderita orang dengan warna mata biru (blue eyes), hal ini kemungkinan disebabkan oleh karena mereka lebih sedikit memiliki pigmen yang bersifat protektif terhadap paparan sinar Ultra-violet.
  5. ARMD pada salah satu mata – Bila seseorang sudah menderita ARMD pada salah satu matanya, mempunyai kemungkinan lebih tinggi untuk mengalami ARMD pada mata jirannya.
  6. Genetik – Bila ada riwayat keluarga yang menderita ARMD, seseorang mempunyai faktor resiko lebih tinggi menderita ARMD.

Sedangkan gaya hidup yang berkaitan dengan terjadinya ARMD dan masih bisa kita kontrol adalah:

  1. Merokok – meningkatkan resiko menderita ARMD menjadi 2-5 kali lebih tinggi. Bila disertai adanya riwayat keluarga yang menderita ARMD meningkatkan resiko menjadi 200 kali lebih tinggi.
  2. Diet – makanan yang banyak mengandung lemak jenuh (saturated fat) dapat meningkatkan resiko terjadi ARMD.
  3. Tekanan Darah yang Tinggi
  4. Kadar Kolesterol Darah yang tinggi
  5. Obesitas
  6. Paparan sinar ultraviolet (terutama sinar matahari) yang berlebihan

Ada dua tipe dari ARMD, yaitu tipe “dry” (atrophic) dan tipe “wet” (neovascular/ exudative).

Dry ARMD adalah yang paling banyak terjadi, meliputi hampir 90% dari keseluruhan ARMD.Tetapi kerusakan yang disebabkan oleh dry ARMD tidak separah dan secepat wet ARMD.

ARMD merusak ketajaman penglihatan sentral yang sangat diperlukan untuk membaca, mengemudi, identifikasi wajah, melihat televisi, melakukan pekerjaan halus. Pada beberapa kasus terjadi metamorfopsia yaitu perubahan bentuk benda yang dilihat, misalnya garis lurus menjadi bengkok.

Penurunan penglihatan oleh karena degenerasi makula, meskipun sulit disembuhkan, tetapi jarang menimbulkan kebutaan total, karena penglihatan bagian tepi biasanya tidak terganggu, yang memungkinkan untuk melihat area diluar penglihatan sentral (misalnya arah samping) sehingga penderita masih dapat mengurus diri mereka sendiri.

PEMERIKSAAN

Deteksi dini merupakan hal penting tetapi jarang dilakukan, karena penderita mungkin tidak menyadari bahwa matanya mengalami kerusakan, terutama bila hanya terjadi pada satu mata. Hal ini dapat dilakukan dengan pemeriksaan mata secara berkala (skrining/chek-up) untuk orang-orang yang mempunyai resiko ARMD. Cara sederhana yang dapat dilakukan untuk melihat fungsi makula adalah dengan pemeriksaan Amsler Grid, pemeriksaan ini dapat dilakukan sendiri.

PEMERIKSAAN PENUNJANG

1. Angiografi Fundus mata dengan fluoresin (Fundus Fluorescein Angiografi / FFA). Yaitu pemeriksaan kondisi pembuluh darah retina, diperlukan untuk menegakkan diagnosis sehingga tindakan yang tepat dapat segera dilakukan.

2. Scanning saraf mata (Optical Coherence Tomography / OCT). Pemeriksaan untuk mendeteksi kondisi makula lapis demi lapis.

PENGOBATAN

Sampai saat ini belum ditemukan pengobatan yang dapat menyembuhkan ARMD.

Pada dry ARMD tidak perlu dilakukan tindakan khusus, rehabilitasi penglihatan dengan pelatihan dan alat bantu penglihatan dilakukan untuk mengoptimalkan/meningkatkan kemampuan sisa penglihatan yang ada, agar dapat membantu memperbaiki aktivitas sehari-hari. Beberapa suplemen (yang mengandung Lutein dan Zeaxanthin) dapat memperlambat progresivitas dry ARMD sampai 25%.

Deteksi dini dan pengobatan segera merupakan kunci dari keberhasilan pengobatan wet ARMD, karena berbagai modalitas pengobatan untuk wet ARMD hanya dapat efektif bila dilakukan segera pada tahap/stadium awal.

Pada wet ARMD terdapat pembuluh darah baru yang abnormal (new vessel / neovascular), sehingga diperlukan beberapa alternatif tindakan diantaranya:

  1. Laser Fotokoagulasi, Laser PDT (Photo Dynamic Therapy) untuk menutup kebocoran pembuluh darah dan
  2. Injeksi obat anti-VEGF (Vascular Endothelial Growth Factor) kedalam bola mata (intravitreal) untuk mencegah pembentukan kembali pembuluh darah baru.

Pilihan pengobatan dapat dimulai dengan satu macam terapi dan kemudian dilanjutkan dengan cara pengobatan lainnya. Atau dimulai dengan satu macam terapi, dipertahankan dan kemudian ditambahkan dengan macam terapi lainnya.

Untuk mempertahankan penglihatan pengobatan sering kali perlu diulang, terutama injeksi obat anti-VEGF intravitreal. Saat ini pengobatan dengan anti VEGF paling banyak dilakukan dan berkembang sangat pesat dalam hal sediaan obat.

Untuk diagnostik dan semua jenis pengobatan ARMD sudah dapat dilakukan di Indonesia, jadi tidak perlu keluar negeri. Untuk memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan diagnostik dan pengobatan, Rumah Sakit Mata Undaan sudah menyediakan dan melakukan semua modalitas diagnostik dan pengobatan tersebut diatas.

Sebagai penutup, banyak hal yang dapat kita lakukan untuk menurunkan progresifitas dari AMD, seperti:

  1. Banyak makan sayur dan buah, terutama yang berwarna hijau gelap atau warna cerah seperti: bayam, kangkung, anggur, jagung, jeruk, mangga dll. Semuanya mengandung antioksidan (terutama lutein) yang bersifat protektif terhadap ARMD.
  2. Makan ikan 2-3 kali seminggu. Ikan salmon dan ikan kecil seperti sardine banyak mengandung Omega-3 yang merupakan nutrisi yang baik untuk jantung dan mata.
  3. Olah raga sedikitnya 3 hari dalam seminggu.
  4. Lindungi mata dari paparan sinar matahari (ultraviolet) yang berlebihan.
  5. Konsumsi suplemen untuk mata, terutama yang mempunyai kandungan Lutein dan Zeaxanthin.
  6. Hentikan kebiasaan merokok.

Pemelihatan kesehatan mata bagi lansia sangat penting karena semakin besar resiko gangguan mata dan bisa mengakibatkan kebutaan permanen. Age-related Macular Degeneration Gangguan Pengelihatan Pada Orang Tua

Post Update :
Date : Friday, February 22, 2019 - Jumat, 22 Februari 2019