Diabetes Pada Remaja Sulit Disembuhkan

Diabetes Pada Remaja Sulit Disembuhkan

Diabetes Pada Remaja Sulit Disembuhkan. Penyebab diabetes pada anak dan remaja adalah faktor lingkungan dan gaya hidup tidak sehat. Munculnya diabetes di usia muda banyak yang karena obesitas. Obesitas atau kegemukan yang menyerang kalangan muda usia, antara lain karena pola hidup tidak aktif (sedentari), kebiasaan ngemil, kurang tidur dan banyak mengonsumsi fast food. Di kota-kota besar banyak anak muda yang lebih senang kongkow sambil merokok dan minum softdrink, ketimbang berolahraga jalan kaki, lari, naik sepeda atau berenang. Remaja lain memilih duduk berlama-lama di depan televisi/ komputer untuk main game yang kian beraneka dan bervariasi dan memang mengasyikkan.

Tidak sedikit anak dan remaja yang berperilaku binge eating, atau makan terus menerus dalam jumlah besar tanpa mampu mengontrol. Akibatnya anak remaja menjadi gemuk dan kalau pun tidak gemuk, gula darahnya melonjak. Kadar gula darah puasa (tidak mendapatkan asupan kalori 8-10 jam) diatas normal, yakni >100 mg/dL. Dan gula darah sewaktu/ setelah tidak puasa, diatas 140 mg/dL. Kurang gerak menyebabkan kegemukan yang adalah faktor resiko terkena diabetes tipe 2, saat yang bersangkutan beranjak dewasa.

Beberapa puluh tahun yang lalu, diabetes banyak dialami oleh orang dewasa. Namun akhir-akhir ini, diabetes tipe 2 juga banyak dialami anak-anak dan remaja. Sayangnya, diabetes jauh lebih sulit diobati pada anak dibandingkan pada orang dewasa.

Sebuah penelitian dilakukan untuk memeriksa pengobatan diabetes di masa muda dan ingin melihat efektifitas beberapa metode pengaturan gula darah pada remaja yang baru didiagnosis diabetes saat berusia 10 – 17 tahun. Para peneliti menemukan bahwa hampir separuh dari semua peserta gagal menstabilkan gula darahnya selama masa penelitian 4 tahun. Bahkan, 1 dari 5 orang peserta mengalami komplikasi serius.

Temuan ini cukup mengejutkan karena karena obesitas dan diabetes semakin meningkat jumlahnya di kalangan remaja. Diabetes yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan serius seperti penyakit jantung, kehilangan penglihatan, gangguan saraf, amputasi dan gagal ginjal.

Sebelum tahun 1990-an, diabetes tipe 2 jarang ditemui pada anak-anak. Tapi karena anak-anak dan remaja di Amerika semakin banyak yang bertambah gemuk, jumlah kasus diabetes mulai meningkat. Sampai saat ini, diabetes tipe 2 masih jarang dijumpai pada anak-anak, tetapi jumlahnya terus meningkat pada tingkat yang mengkhawatirkan. Pada tahun 2002 – 2005 saja, ada sekitar 3.600 kasus baru diabetes tipe 2 pada anak-anak dan remaja.

Dalam penelitian yang dimuat New England Journal of Medicine ini, peneliti memantau 699 orang remaja kelebihan berat badan dan obesitas yang baru didiagnosis diabetes. Sebagian besar peserta berasal dari keluarga berpenghasilan rendah. 40% di antaranya adalah orang Hispanik, 33% orang Afrika Amerika, 20% orang kulit putih, 6% orang Indian dan kurang dari 2% adalah orang Asia.

Semua peserta diberi metformin, obat standar yang digunakan untuk mengatasi diabetes tipe 2 dengan cara menormalkan kadar gula darah. Peserta kemudian dibagi menjadi 3 kelompok untuk melihat kemampuan kontrol gula darahnya.

Kelompok pertama menggunakan metformin saja. Kelompok kedua mengunakan metformin ditambah dengan olahraga, diet intensif dan program penurunan berat badan. Sedangkan kelompok ketiga menggunakan metformin ditambah obat lain, yaitu rosiglitazone (Avandia)

Hasilnya, tingkat kegagalan tetap tinggi dalam ketiga kelompok. Sekitar setengah remaja dalam kelompok pertama gagal menurunkan gula darahnya, 47% peserta dalam kelompok kedua juga gagal dan 39% peserta pada kelompok ketiga juga sama.

“Tingkat keparahan penyakit metabolik ini pada anak-anak cukup parah. Saya takut anak-anak ini akan jatuh sakit lebih cepat daripada anak-anak pada generasi sebelumnya,” .

Para penulis hanya bisa berspekulasi mengapa diabetes sangat sulit diobati pada anak-anak dan remaja, yaitu bisa disebabkan oleh pertumbuhan yang cepat dan perubahan hormon selama masa pubertas.

“Lima puluh tahun lalu, anak-anak tidak menghindari obesitas dengan membuat pilihan yang sehat, mereka tinggal di lingkungan yang menyediakan lebih sedikit kalori dan banyak aktivitas fisik. Sebelum upaya membuat lingkungan yang mendukung anak-anak untuk makan lebih sedikit dan banyak bergerak berhasil, upaya pengobatan akan selalu gagal.┬áDiabetes Pada Remaja Sulit Disembuhkan

Post Update :
Date : Monday, February 18, 2019 - Senin, 18 Februari 2019